News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Takut Duluan, Ternyata Pelatih Korea Selatan Ini Sudah Minta Hal Ini pada Shin Tae-yong Sebelum Lawan Indonesia di Piala Asia U-23

Beban tanggung jawab besar dan khawatir, sebelum melawan Timnas Indonesia, pelatih Korea Selatan, Hwang Sun-hong sempat meminta hal ini kepada Shin Tae-yong.
Minggu, 21 Juli 2024 - 18:42 WIB
Hwang Sun Hong (kiri) dan Shin Tae-yong (kanan)
Sumber :
  • Instagram/thekfa dan Instagram/shintaeyong7777

tvOnenews.com - Masih ingatkah Anda dengan pertandingan dramatis antara Timnas Indonesia dan Timnas Korea Selatan di babak perempat final Piala Asia U-23 2024? Saat itu tim asuhan Shin Tae-yong tersebut berhasil mempermalukan Korea Selatan dengan skor 11-10 lewat tendangan adu penalti.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimana tak memalukan, momen bersejarah itu juga sekaligus menghentikan langkah Korea Selatan yang sudah 9 kali berturut-turut masuk ke Olimpiade. Barulah di tahun 2024 ini mereka tak bisa masuk Olimpiade berkat Indonesia yang menjegalnya.

 

Sebelum pertandingan dimulai ternyata Shin Tae-yong sempat mendapat firasat buruk. Kala itu ia sedang menonton pertandingan antara Korea Selatan melawan Jepang. Melihat formasi baru yang digunakan oleh pelatih Korea Selatan, Coach Shin berharap jika tim asuhannya akan bertemu dengan Jepang saja.

 

 

"Saya berharap Jepang melawan kami, saya berharap Jepang," harap Shin Tae-yong kala menceritakan hal tersebut dalam acara di kanal YouTube 르크크 이경규 (re: reukeukeu Lee Kyeong Gyu).

 

Selesai Korsel mengalahkan Jepang, Hwang Sun-hong dan Shin Tae-yong pun bertemu. Mereka mengobrol sekitar 10 menit, menurut penuturan Coach Shin. Dalam obrolan mereka, Shin Tae-yong mengatakan jika Hwang Sun-hong memintanya dan Timnas Indonesia untuk bermain dengan lembut.

 

"Saya berkata, 'Kenapa (tim) saya harus bertemu dengan (tim) Anda?'. Lalu, kita bertemu lagi setelah masing-masing dari kami melakukan wawancara. Ketika bertemu, Hwang Sun-hong berkata, 'Woy.. tolonglah (timnas Indonesia) bermain dengan lembut'," cerita Shin Tae-yong sambil menirukan penyampaian Hwang Sun-hong kepdanya hingga mengundang gelak tawa dari MC Lee Kyeong Gyu di acara yang sama.

 

Mencoba untuk menanggapi dengan santai, Coach Shin justru khawatir dengan posisi pelatih Hwang. Ia pun lantas mengatakan, "Hyung (sebutan untuk kakak, karena usia Hwang Sun-hong lebih tua), tentu saja saya akan bermain dengan lembut. Saya tidak punya beban, tapi bagaimana dengan kamu?".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Menurut penuturan Coach Shin, Hwang Sun-hong pun menjawab, jika dirinya khawatir karena timnya akan melawan Timnas Indonesia. Bukan tanpa alasan Shin Tae-yong bertanya seperti itu. Sebab, beban tanggung jawab antara dirinya dengan pelatih Timnas Korea Selatan itu berbeda. Jika Korea Selatan kalah dari Indonesia, maka itu akan menjadi suatu 'kekacauan' di negara asal mereka.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT