Bukan Indonesia, Ini Negara yang Berpotensi Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Siapa Terkuat?
- instagram timnas indonesia
tvOnenews.com - Apakah Indonesia benar-benar berpotensi menggantikan Iran di Piala Dunia 2026? Pertanyaan ini mencuat di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Mengingat Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, muncul spekulasi bahwa Timnas Iran bisa saja mengundurkan diri jika kondisi keamanan tak memungkinkan.
Namun, bagaimana faktanya menurut regulasi FIFA? Apakah benar Indonesia punya peluang?
Situasi ini juga menarik dikaitkan dengan momentum baru Timnas Indonesia bersama pelatih anyar John Herdman serta agenda FIFA Series 2026 yang menjadi panggung pembuktian level internasional skuad Garuda.
Pernyataan Presiden Federasi Iran dan Ancaman Mundur
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membuka kemungkinan negaranya tidak tampil di Piala Dunia 2026 akibat eskalasi konflik.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia (2026). Para pejabat olahraga (di Iran) yang harus memutuskan soal itu,” kata Mehdi Taj, mengutip Sportbible.
Dalam pernyataan lain di televisi publik Iran, ia juga menyampaikan, “Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu.”

- Kolase tvOnenews.com | : canadasoccer.com - X @timnasindonesia
Iran sebelumnya tergabung di Grup B bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Dua pertandingan dijadwalkan berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, sementara satu laga lainnya digelar di Lumen Field, Seattle.
Jika Iran benar-benar mundur, FIFA memiliki kewenangan menunjuk pengganti dalam kondisi mendesak.
Namun, sesuai regulasi, karena Iran merupakan wakil Asia (AFC), maka penggantinya harus berasal dari konfederasi yang sama untuk menjaga kuota.
Siapa Kandidat Terkuat Pengganti Iran?
Beberapa nama mencuat sebagai opsi realistis dari zona Asia. Pertama adalah Irak. Negara ini dianggap paling berpeluang karena melaju paling jauh di jalur kualifikasi yang belum sepenuhnya tuntas.
Irak dijadwalkan tampil di playoff antarkonfederasi melawan pemenang Suriname vs Bolivia pada Maret 2026. Jika Iran mundur, Irak bisa langsung naik ke fase grup tanpa melalui playoff.
Opsi kedua adalah Uni Emirat Arab (UEA). Mengutip Sportbible, UEA bisa dipilih jika Irak menolak atau terjadi skenario pergeseran slot. Jika Irak mengisi tempat Iran di fase grup, maka posisi Irak di playoff bisa diambil alih UEA.
Nama berikutnya adalah Oman. Oman tampil di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan mengoleksi satu poin.
Secara ranking jalur kualifikasi, mereka berada di bawah Irak dan UEA, tetapi tetap masuk dalam daftar alternatif.
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Timnas Indonesia memang lolos hingga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Namun, skuad Garuda gagal meraih poin di fase tersebut sehingga tersingkir.
Dalam skenario ekstrem, Indonesia bisa menjadi opsi terakhir jika Irak, UEA, dan Oman menolak tampil meski peluang itu sangat kecil.
Artinya, secara regulasi dan logika kompetitif, Indonesia bukan kandidat utama pengganti Iran.
Sikap FIFA dan Momentum Indonesia di Era Baru
FIFA sendiri belum mengambil keputusan apa pun. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menegaskan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan global.
“Kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia. Fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi,” ujarnya dalam pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales.
FIFA juga memastikan adanya pengecualian perjalanan bagi atlet, pelatih, dan staf pendukung dari negara terdampak pembatasan perjalanan.
Selain itu, diperkenalkan pula visa khusus FIFA PASS untuk pendukung internasional, meski kebijakan tersebut tidak otomatis membatalkan aturan pembatasan perjalanan yang berlaku.
Bagi Indonesia, terlepas dari spekulasi ini, fokus utama tetap pada pembangunan tim di bawah asuhan John Herdman.
Debut Herdman dan partisipasi di FIFA Series 2026 menjadi panggung penting untuk meningkatkan peringkat dan daya saing global.
Kesimpulannya, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait status Iran.
Secara aturan FIFA, pengganti harus berasal dari Asia dan diprioritaskan berdasarkan jalur kualifikasi terakhir. Indonesia memang masuk daftar kemungkinan secara teoritis, tetapi bukan kandidat terdepan.
Spekulasi boleh berkembang, namun realitasnya peluang Garuda menggantikan Iran masih sangat tipis. (udn)
Load more