9 Negara Tolak Tampil di Putaran Final Piala Dunia, Jerman dan Iran Jadi yang Terbaru?
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak sembilan negara sudah pernah menolak tampil di putaran final Piala Dunia. Mungkinkah Jerman dan Iran menjadi yang terbaru pada pentas Piala Dunia 2026?
Penyelenggaraan putaran final Piala Dunia 2026 kini menjadi dipertanyakan seiring dengan tensi pantas di Timur Tengah. Serangan misil AS ke Teheran telah berujung kepada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Situasi ini berdampak kepada berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali sepak bola. Terlebih, dengan Piala Dunia 2026 akan dihelat di Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah pendamping.
Sudah ada 42 tim yang lolos dan Iran merupakan salah satunya. Namun, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mempertimbangkan pengunduran diri dari kompetisi.
"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu," kata Ketum FFIRI Mehdi Taj, Sabtu (28/2/2026), sebagaimana dilansir dari media Spanyol, Marca.
Lebih lanjut, tak hanya Iran, Jerman juga mengindikasikan boikot terhadap putaran final Piala Dunia 2026, sebagaimana dilansir media Inggris Give Me Sport. Hal itu merupakan dampak dari penerapan tarif Presiden AS, Donald Trump.
“Persiapan menuju Piala Dunia FIFA 2026 telah diwarnai kontroversi, dan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif pada negara-negara tertentu sebelumnya telah menimbulkan keraguan tentang partisipasi Jerman, sementara serangan militer baru-baru ini dapat menyebabkan Iran menarik diri dari kompetisi tersebut,” sebagaimana dilansir dari Give Me Sport.
Pada Januari 2026 lalu, politisi Jerman bernama Jurgen Hardt mengatakan kepada Bild mengenai kemungkinan Timnas Jerman mundur dari Piala Dunia 2026. Selain itu, tindakan Donald Trump yang ingin mengakuisisi Greenland dari Denmark juga dinilai bisa menjadi penyebab Jerman mundur.
Sejatinya, jika Iran dan Jerman memboikot Piala Dunia 2026, maka mereka bukan yang pertama. Di sepanjang sejarah, sudah ada sembilan negara yang menolak tampil di Piala Dunia meski lolos atau diundang.
Uruguay menjadi negara pertama yang menolak pada edisi kedua turnamen ini, yaitu pada 1934. Padahal, mereka merupakan juara bertahan pada saat itu.
Mereka melakukan protes untuk pagelaran turnamen yang pada saat itu digelar di Italia, yang pada akhirnya menjadi juara. Itu merupakan dampak dari penolakan sejumlah negara Eropa pada tahun 1930 silam.
Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia juga menolak tampil di Piala Dunia pada saat itu. Mereka menilai bahwa kejuaraan domestik mereka lebih penting dan prestisius pada saat itu.
Di tahun 1938, Argentina menyusul Uruguay untuk menolak tampil di Piala Dunia yang digelar di Prancis. Timnas Italia kembali menjadi juara pada saat itu.
Sedangkan di tahun 1950, India menolak untuk bermain di Piala Dunia karena pada saat itu para pemain mereka hanya bermain sepak bola tanpa sepatu. Di tahun yang sama, Turki juga menolak bermain karena turnamen digelar di Amerika Selatan dan itu terlalu jauh bagi mereka.
Negara terakhir alias kesembilan yang memboikot Piala Dunia adalah Uni Soviet (USSR) pada tahun 1974 silam. Mereka didiskualifikasi setelah menolak bermain untuk leg kedua melawan Chile di kualifikasi Piala Dunia 1974 pada November 1973.
Mereka menolak bermain di Estadio Nacional di Santiago, Chikle, sesaat setelah pemerintahan sebelumnya, yang dipimpin oleh sosialis Salvador Allende, dikudeta oleh militer yang dibeking CIA, sebagaimana laporan dari Give Me Sport. (rda)
Load more