Dari Final Piala Dunia ke Liga 4 Indonesia: Tendangan Kungfu Hilmi Disebut Lebih Fatal dari Nigel de Jong
- Kolase Tangkapan layar youtube dan akun X – FIFA World Cup Stats dan
tvOnenews.com - Aksi “tendangan kungfu” bukanlah hal asing dalam sejarah sepak bola dunia. Publik global masih mengingat jelas momen ketika Nigel de Jong melayangkan kaki setinggi dada Xabi Alonso pada Final Piala Dunia 2010.
Insiden itu menjadi simbol kekerasan ekstrem di lapangan hijau, meski terjadi di panggung tertinggi sepak bola dan dilakukan oleh pemain kelas dunia. Ironisnya, wasit saat itu hanya mengganjar kartu kuning, keputusan yang kemudian diakui sebagai kesalahan fatal.
Lebih dari satu dekade berselang, memori kelam itu kembali mencuat, kali ini dari Indonesia. Tendangan kungfu yang dilakukan Muhammad Hilmi Gimnastiar di Liga 4 Jawa Timur viral dan memicu perbandingan langsung dengan kasus Nigel de Jong.
Bedanya, jika De Jong melakukannya di final Piala Dunia, Hilmi justru melakukan aksi serupa di kasta terendah kompetisi nasional. Namun, dari sisi dampak cedera dan sanksi, insiden di Liga 4 justru dinilai jauh lebih berat dan tragis.
Nigel de Jong dan Tendangan Ikonik di Final Piala Dunia 2010
Pada Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Belanda menghadapi Spanyol dalam laga yang sarat tensi. Di tengah duel keras, Nigel de Jong menghantamkan pul sepatunya tepat ke dada gelandang Spanyol, Xabi Alonso.
Aksi tersebut mengejutkan dunia karena dilakukan dengan kaki terangkat tinggi dan berpotensi mencederai lawan secara serius.
Namun, wasit Howard Webb kala itu hanya memberikan kartu kuning kepada De Jong. Keputusan tersebut menjadi kontroversi besar dan terus dibahas hingga kini.
Webb sendiri di kemudian hari mengakui bahwa itu adalah kesalahan terbesar sepanjang kariernya sebagai wasit internasional.
Meski Alonso mampu melanjutkan pertandingan dan Spanyol akhirnya keluar sebagai juara dunia, tendangan De Jong menjadi tolok ukur kekerasan ekstrem dalam sepak bola modern. Setiap insiden serupa setelahnya kerap dibandingkan dengan momen tersebut.
Kasus Hilmi di Liga 4 Jatim yang Dinilai Lebih Fatal
Perbandingan itulah yang kini melekat pada kasus Muhammad Hilmi Gimnastiar. Dalam laga Liga 4 Jawa Timur antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), Hilmi melakukan tendangan kungfu ke arah dada Firman Nugraha.
Load more