Pengamat Akui AFC Layak Dikomplain Irak Setelah Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia Jalur Tuan Rumah
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Irak memprotes keputusan AFC yang menunjuk Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Keputusan tersebut membuat Arab Saudi berhasil lolos ke Piala Dunia dengan diuntungkan status tuan rumah yang dimilikinya.
Pengamat sepak bola Indonesia Kesit Handoyo menilai langkah Irak memprotes pelaksanaan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia kepada AFC adalah hal yang wajar.
Apalagi, format dan jadwal pertandingan terlihat memberikan keuntungan besar bagi Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah Grup A dan Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Bahkan sebelum kompetisi dimulai, lanjut Kesit, sejumlah negara peserta, termasuk Irak dan Indonesia, telah menyampaikan kekhawatiran soal potensi ketidakadilan penyelenggaraan.
Awalnya, putaran keempat ini seharusnya digelar di tempat netral. Namun tanpa ada aba-aba, AFC malah menunjuk negara tuan rumah yang memberi keuntungan bagi tim tuan rumah.
“Sejak awal, Irak dan Indonesia sudah khawatir pertandingan di Arab Saudi dan Qatar akan menguntungkan tuan rumah. Format awalnya seharusnya di tempat netral, tapi AFC tiba-tiba mengubah aturan,” ujar Kesit, Rabu (15/10/2025).
Kesit menyebut perubahan format itu membuktikan bahwa AFC tidak konsisten dan terlalu mudah mengubah peraturan, yang pada akhirnya menguntungkan negara tertentu.
Kesit mencontohkan bagaimana tim yang sudah saling bertemu di putaran ketiga seharusnya tidak kembali berhadapan di putaran keempt.
“Indonesia seharusnya tidak bertemu lagi dengan Arab Saudi di putaran keempat karena sudah bertemu di putaran ketiga. Tapi AFC ubah formatnya, dan itu jelas menguntungkan Arab Saudi dan Qatar,” katanya.
Lebih lanjut, Kesit menilai ketimpangan waktu istirahat antar tim juga menjadi sorotan serius. Irak, yang baru selesai melawan Indonesia, hanya memiliki waktu istirahat dua hari sebelum menghadapi Arab Saudi.
Sebaliknya, Arab Saudi mendapat waktu istirahat enam hari penuh sebelum laga kontra Irak.
“Ini jelas tidak adil. Irak kelelahan karena jadwal yang mepet, sementara Saudi punya waktu istirahat jauh lebih panjang. Unsur kesengajaan dari AFC sangat terasa,” ujar Kesit.
Load more