Populasi Tanjung Verde Setara Cimahi, Ini Cara Negara Berpopulasi 500 Ribu itu Lolos Pertama Kali Piala Dunia 2026
- Federasi Sepak Bola Tanjung Verde
Jakarta, tvonenews.com - Tanjung Verde akan mencatatkan debut dengan tampil di Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah. Tanjung Verde dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Eswantini.
Sebanyak 25 pemain yang dipilih oleh pelatih Tanjung Verde, Bubista membuat mimpi 500 ribu lebih masyarakat Tanjung Verde ke Piala Dunia terwujud. Tanjung Verde pun turut memecahkan rekor sebagai timnas dengan jumlah penduduk paling sedikit di dunia yang pernah bermain di Piala Dunia.
Tanjung Verde memiliki jumlah populasi tepatnya 524.877 jiwa pada 2024 lalu. Jumlah ini tak lebih banyak dibandingkan salah satu kota di Indonesia, Cimahi dengan jumlah populasi sebanyak 581.994 jiwa.
Tanjung Verde menjadi contoh yang bagus, setidaknya untuk Timnas Indonesia, dalam mencari pemain keturunan untuk memperkuat timnas mereka.
Bahkan perekrutan salah satu pemain naturalisasi, Roberto Lopes sempat viral karena mantan pelatih Tanjung Verde, Rui Aguas merekrutnya dari layanan pencari kerja, LinkedIn.
Dilansir dari laman The Guardian, Tanjung Verde tentu tak bisa lolos ke Piala Dunia tanpa kontribusi dari para diaspora yang tersebar di seluruh dunia.
Bahkan 14 dari 25 pemain yang dipanggil untuk dua laga terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika adalah pemain naturalisasi dari garis keturunan.
Tanjung Verde yang menganut sistem kewarganegaraan ganda pun memudahkan para pemain keturunan mau membela negara kelahiran leluhur mereka.
Berbeda dari Timnas Indonesia yang baru memulai proses naturalisasi dari garis keturunan pada 2021 lalu, Tanjung Verde sudah 19 tahun lebih dahulu untuk memulai naturalisasi pemain, tepatnya pada 2002 lalu.
Tim berjulukan Blue Sharks ini memiliki pemain naturalisasi pertama mereka, Lito, yang tinggal di Portugal. Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Tanjung Verde (FCF) Inacio Carvalho mennyebut Lito membuka jalan bagi federasi untuk membawa pemain lain.
"Dia adalah salah satu pemain asing pertama yang memilih untuk mewakili Tanjung Verde. Kami mengandalkannya untuk membantu meyakinkan pemain-pemain Portugal keturunan Tanjung Verde lainnya untuk bergabung dengan tim nasional," kata Inacio Carvalho dikutip Selasa (14/10/2025).
Pemain diaspora pun kemudian berdatangan dari mantan negara yang pernah menjajah Tanjung Verde seperti Portugal, Prancis, hingga Belanda, yang mana juga memasok pemain keturunan untuk Timnas Indonesia.
Load more