News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam Tak Bosan Sepelekan Timnas Indonesia U-20 dan Thailand di Piala Asia U-20 2025: 2 Wakil ASEAN Itu akan Tersingkir Lebih Awal

Media Vietnam, Soha Vn lagi-lagi tak bosan menyepelekan Timnas Indonesia U-20 dan Thailand di Piala Asia U-20 2025.
Sabtu, 15 Februari 2025 - 08:58 WIB
Timnas Indonesia U-20 terbenam bersama Thailand di Piala Asia U-20 2025
Sumber :
  • Changsuek

Jakarta, tvOnenews.com - Media Vietnam, Soha Vn lagi-lagi tak bosan menyepelekan Timnas Indonesia U-20 dan Thailand di Piala Asia U-20 2025.

Menurut media Vietnam tersebut, dua wakil Asia Tenggara yang berjuang di ajang Piala Asia U-20 tahun ini akan tersingkir lebih awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-20 dan Thailand sama-sama diharapkan dapat bersaing memperebutkan tiket ke Piala Dunia U-20 2025.

Tiket tersebut akan didapat oleh empat tim yang menjadi semifinalis Piala Asia U-20 2025 di China yang diikuti total 16 negara.

Namun, target tersebut terlalu sulit bagi kedua wakil Asia Tenggara tersebut. Situasi itu setelah keduanya mengalami nasib yang sama di laga pembuka.

Timnas Indonesia U-20 tumbang dari Iran dengan skor 0-3 di laga perdana Grup C, sementara Thailand takluk dari Jepang dengan skor serupa di grup lain.

Timnas Indonesia U-20 dikalahkan Iran dengan skor 0-3
Timnas Indonesia U-20 dikalahkan Iran dengan skor 0-3
Sumber :
  • PSSI

 

Hasil ini membuat Indonesia dan Thailand berada dalam risiko besar tersingkir lebih awal meski keduanya berharap bisa membuat kejutan di dua laga sisa.

Setelah kalah telak di laga pembuka, baik Indonesia maupun Thailand dipaksa menang di dua laga tersisa, atau minimal meraup 4 poin demi lolos perempatfinal.

Namun, target 4 poin itu dianggap sangat berat bagi kedua wakil Asia Tenggara tersebut, sebab mereka berada di grup yang sangat sulit.

Seperti halnya Indonesia, di laga kedua, mereka harus menghadapi juara bertahan Uzbekistan. Meskipun sepakbola usia muda selalu ada unsur kejutan.

Akan tetapi jika dilihat dari level kompetisinya, Indonesia dinilai lebih rendah dibanding Uzbekistan. Sangat sulit bagi Garuda meraih 3 poin penuh dari Uzbekistan.

Sekalipun bermain imbang dengan Uzbekistan, Indonesia juga harus menang besar melawan Yaman di laga terakhir untuk berharap masih bisa bersaing.

Jika kalah dari Uzbekistan, Indonesia hampir pasti tersingkir, bahkan jika mereka mengalahkan Yaman 100-0 sekalipun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Begitu pula dengan Thailand, yang juga menghadapi tantangan besar saat harus menghadapi Korea Selatan di pertandingan kedua. 

Peluang Gajah Perang untuk menang 3 poin terlalu tipis. Target yang paling mungkin bagi Thailand adalah menahan imbang Korea Selatan.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT