Cerita Lucu Legenda Singapura Noh Alam Shah, Pernah Berkelahi dengan Rekan Senegaranya sampai Harus Diadzani agar Tenang
- ANTARA/Michael Siahaan
Jakarta, tvOnenews.com - Legenda Singapura, Noh Alam Shah berbagi kisah unik dan lucu ketika emosinya dianggap kerasukan setan hingga diadzani oleh rekan-rekannya.
Noh Alam Shah dikenal sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain untuk Timnas Singapura.
Dia telah banyak meraih prestasi seperti dua kali juara Piala AFF serta berstatus sebagai top skor sepanjang masa turnamen itu.
Pemain berposisi penyerang ini juga sempat meraih tiga gelar juara Liga Singapura, dua Piala Singapura, dan satu Liga Indonesia.
Noh Alam Shah meraih gelar juara Liga Indonesia saat memperkuat Arema Indonesia pada musim 2009-2010.
Meski bergelimang prestasi, pemain yang akrab disapa Along ini dikenal punya emosi yang meledak-ledak ketika bermain.
Dia tak segan melakukan tindakan kurang terpuji ketika berada di atas lapangan, seperti memukul, menendang, hingga mencekik.
Salah satu kejadian Along mengamuk, yaitu ketika berkelahi dengan rekannya di Timnas Singapura, Daniel Bennett pada 2007.
- Kolase tvOnenews
Insiden perkelahian itu terjadi saat Noh Alam Shah yang bermain untuk Tampines Rovers berjumpa Singapore Armed Force di final Piala Singapura.
Dalam satu momen, Dia menendang kepala Bennet karena dianggap melakukan diving demi mendapat keuntungan dari wasit.
Keributan antara Noh Alam Shah dan Bennet pun pecah hingga masuk ruang ganti pemain usai pertandingan
"Pernah satu kali itu sampai didorong bawa saya ke dalam toilet waktu kasus sama Daniel Bennett," ujar Along di channel YouTube Sport77, pada Selasa (4/2//2025).
Demi menenangkan emosinya, rekan-rekan seniornya sampai harus menahan Along karena saking tidak terkendalinya saat itu.
Lucunya, Along oleh rekan-rekannya tersebut dikira kesurupan hingga diadzani di dekat telinganya.
"Saya dibawa ke toilet 4-5 orang itu duduk di atas abang, sampai dia pikir abang sudah kerasukan, sampai azan di telinga abang. Abang ketawa itu langsung abang tenang," katanya.
Dia mengungkapkan, pada saat itu tensi pertandingan memang sedang sangat tinggi sehingga terpancing emosi.
Load more