GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

18 Tahun Gerindra dan Visi untuk Indonesia: Peran dalam Membangun Arah Bangsa

Demokrasi tidak tumbuh secara alamiah. Ia dibangun melalui institusi, dipelihara oleh aturan, dan dijalankan oleh aktor-aktor politik yang mampu menerjemahkan kehendak rakyat ke dalam kebijakan negara. 
Rabu, 11 Februari 2026 - 21:40 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto Saat Pidato di HUT Gerindra ke-17.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Oleh: Dr. Anthony Leong
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, Direktur PoliEco Digital Insights Institute (PEDAS)

Demokrasi tidak tumbuh secara alamiah. Ia dibangun melalui institusi, dipelihara oleh aturan, dan dijalankan oleh aktor-aktor politik yang mampu menerjemahkan kehendak rakyat ke dalam kebijakan negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sistem demokrasi modern, partai politik memegang peranan sentral. Ia bukan sekadar alat perebutan kekuasaan, melainkan sarana artikulasi kepentingan publik, ruang kaderisasi, serta wahana perumusan gagasan kebangsaan. Tanpa partai politik yang berfungsi, demokrasi kehilangan struktur dan arah.

Dalam konteks Indonesia yang plural dan penuh tantangan, keberadaan partai politik menjadi semakin penting. Keragaman sosial, geografis, dan ekonomi menuntut adanya mekanisme representasi yang terorganisir. Partai politik menjembatani jarak antara rakyat dan negara. Ia menyaring aspirasi, mengolahnya menjadi gagasan kebijakan, lalu memperjuangkannya melalui jalur konstitusional. Di sinilah fungsi partai diuji, bukan hanya pada saat pemilu, tetapi dalam kerja berkelanjutan membangun negara.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) hadir sebagai bagian dari dinamika tersebut dengan membawa gagasan nasionalisme yang relatif tegas. Sejak awal berdirinya, Gerindra mengusung ide tentang kedaulatan baik politik, ekonomi, maupun sumber daya. Gagasan ini lahir dari kesadaran bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan keadilan sosial. Dalam berbagai platform kebijakan, Gerindra konsisten mendorong penguatan negara dalam melindungi rakyat kecil, petani, nelayan, dan pelaku usaha nasional. Ini bukan sekadar retorika, tetapi menjadi kerangka berpikir yang memengaruhi sikap politik dan kebijakan kader-kadernya.

Prestasi Gerindra dalam politik nasional dapat dilihat dari kemampuannya berkembang menjadi salah satu partai besar dalam kurun waktu 18 tahun. Secara elektoral, Gerindra menunjukkan konsistensi peningkatan suara dan representasi di legislatif. Namun yang lebih penting adalah perannya dalam proses kebijakan ketika berada di dalam pemerintahan. Kader-kader Gerindra di berbagai posisi strategis berkontribusi dalam agenda ketahanan pangan, pertahanan negara, dan stabilitas nasional. Kehadiran ini memperlihatkan bahwa partai tidak hanya kuat dalam oposisi, tetapi juga mampu bekerja dalam pemerintahan.

Peran Ketua Umum Gerindra dan Presiden RI Prabowo Subianto dalam konteks ini patut diapresiasi secara proporsional. Kepemimpinannya menunjukkan kombinasi antara ketegasan visi dan kesadaran institusional. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa. Pesannya kepada kader untuk menjaga uang rakyat dan patuh pada hukum mencerminkan pandangan bahwa politik harus berakar pada etika. Pujian terhadap Prabowo tidak harus bersifat personalistik, karena justru nilai kepemimpinan yang ia dorong disiplin, tanggung jawab, dan orientasi kebangsaan itulah kontribusi terpentingnya.

Di balik figur utama, keberhasilan partai tidak lepas dari kerja organisasi yang rapi dan strategis. Peran Prof Sufmi Dasco Ahmad menjadi sangat krusial dalam hal ini. Sebagai motor konsolidasi internal, Prof Dasco dikenal mampu menjaga stabilitas partai di tengah tekanan politik yang dinamis. Strateginya tidak bersifat reaktif, melainkan sistematis. Ia berperan besar dalam memastikan mesin partai berjalan efektif, kader solid, dan garis kebijakan tetap konsisten. Kepemimpinan seperti ini sering kali tidak banyak disorot, namun justru menjadi tulang punggung keberlanjutan partai.

Dalam konteks itulah, pernyataan Prof Dasco pada HUT ke-18 Partai Gerindra bahwa Gerindra harus hidup “1.000 tahun lagi” menemukan maknanya. Ungkapan tersebut tidak dimaksudkan sebagai target literal, melainkan sebagai visi kelembagaan yang menegaskan bahwa partai politik harus dibangun untuk melampaui momentum elektoral dan figur personal. Narasi ini menunjukkan cara pandang strategis bahwa kekuatan partai terletak pada sistem, kaderisasi, dan nilai yang mampu bertahan lintas generasi. Dengan demikian, “1.000 tahun” adalah metafora tentang keberlanjutan gagasan, bukan ambisi kekuasaan.

Lebih jauh, gagasan tersebut dapat dibaca sebagai pengingat bahwa umur panjang sebuah partai hanya mungkin jika ia terus menjaga relevansi dan kepercayaan publik. Partai yang hidup lama bukanlah yang sekadar menang pemilu, melainkan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Dalam demokrasi, partai tidak hidup karena klaim, tetapi karena legitimasi rakyat. Dengan menekankan visi jangka panjang, Prof Dasco sedang menempatkan Gerindra sebagai institusi yang dituntut untuk terus berbenah, menjaga etika kader, serta memastikan bahwa setiap capaian politik selalu berpijak pada kepentingan bangsa dan negara.

Selain itu, Gerindra juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya regenerasi. Kehadiran figur-figur muda seperti Sugiono sebagai Sekjen Partai mencerminkan upaya serius membangun kepemimpinan masa depan. Sekjen Sugiono merepresentasikan generasi baru politisi yang tidak hanya fasih dalam komunikasi publik, tetapi juga memiliki pemahaman geopolitik dan isu global. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan ini menjadi sangat penting. Regenerasi semacam ini menunjukkan bahwa Gerindra tidak berhenti pada kekuatan figur lama, tetapi berusaha menyiapkan kesinambungan nilai dan gagasan.

Gagasan-gagasan Gerindra tentang ekonomi nasional, kemandirian pangan, dan posisi Indonesia dalam percaturan global turut memperkaya diskursus kebijakan publik. Partai ini secara konsisten mendorong negara yang kuat namun tetap berpihak pada rakyat. Gagasan tersebut menemukan relevansinya di tengah ketidakpastian global, ketika negara dituntut hadir lebih aktif dalam melindungi kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tentu, tidak ada partai yang sempurna. Kritik terhadap partai politik adalah bagian dari demokrasi. Namun yang membedakan partai yang bertahan dan yang ditinggalkan adalah kemampuannya belajar dari kritik tersebut. Gerindra berada dalam fase penting untuk membuktikan bahwa kekuatan politik dapat berjalan seiring dengan kedewasaan demokrasi.

Pada akhirnya, keberadaan partai politik diukur dari kegunaannya bagi publik. Gerindra, dengan prestasi, gagasan, dan dinamika internalnya, telah menjadi salah satu aktor penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Ia bukan satu-satunya, tetapi perannya nyata. Demokrasi dibangun secara kolektif, dan setiap partai memikul tanggung jawab sejarah. Dalam konteks itu, perjuangan Gerindra adalah bagian dari ikhtiar panjang bangsa untuk memastikan bahwa politik tetap bermakna sebagai alat pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Ini Kelemahan 3 Calon Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Timnas Indonesia di bawah pelatih anyar John Herdman akan menjamu Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Secara teknis, masing-masing tim ...
Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia: Kepincut Kualitas Jay Idzes, Keuntungan Winger Keturunan Solo Bela Garuda, Kekuatan Saint Kitts and Nevis

Top 3 Timnas Indonesia 14 Februari 2026: bek Como berdarah Jakarta buka peluang bela Garuda, Ilias Alhaft kembali masuk radar naturalisasi, dan analisis kekuatan Saint Kitts and Nevis jelang FIFA Series.
Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Fix, Ini 3 Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia yang Dampingi John Herdman

Nova Arianto disebut menjadi satu dari tiga pelatih lokal yang dipercaya mendampingi John Herdman di Timnas Indonesia. Saat ini, sudah ada tiga nama yang resmi
Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,

Trending

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, Alasan Utama Polda Sulawesi Selatan Cabut Status Tersangka Eks Calon Wali Kota Palopo Putri Dakka

Terungkap, alasan utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan cabut status tersangka eks calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka alias Putri Dakka terkait
Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

Negara Dirugikan Rp285 T, Riva Siahaan Dituntut 14 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

JPU dari Kejaksaan Agung, Feraldy Abraham Harahap mengatakan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga tahun 2023, Riva Siahaan, dituntut 14 tahun penjara,
Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Perkuat Kemenagan Pemilu 2029, Bahlil Kukuhkan Akademi Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menghadiri acara Pengukuhan Akademi Partai Golkar dan Sarasehan Perkaderan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Punya Darah Jakarta, Gelandang Madura United Jordy Wehrmann Siap Dinaturalisasi, Ingin Bela Timnas Indonesia

Madura United menyambut positif rencana naturalisasi gelandangnya Jordy Wehrmann. Pelatih Madura United Carlos Parreira mengaku menantikan proses tersebut dan -
Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs Minta Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi Dihentikan, Sebut Dapat "Ilham" dari Eks Wakapolri dan Eks Ketua PP Muhammadiyah

Roy Suryo Cs meminta kasus tuduhan ijazah Jokowi dihentikan usai mendapatkan masukan dari eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama potensial dari Eropa, yakni Lyfe Oldenstam, bek Como Primavera (U-19) yang punya garis keturunan Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT