GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akmal Marhali: Jalan Mulus AFC untuk Qatar dan Arab Saudi Menuju Piala Dunia 2026

Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bukan sekadar keputusan teknis. 
Selasa, 17 Juni 2025 - 08:51 WIB
Akmal Marhali Sebut Ada Satu Pemain Timnas Indonesia Ingin Tinggalkan Tim
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bukan sekadar keputusan teknis. 

*Disclaimer: Tulisan ini dibuat oleh Akmal Marhali, Founder dari Save Our Soccer

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut saya hal itu  adalah keputusan politis yang sarat kepentingan. Dalam format kompetisi yang hanya mempertemukan tiga tim per grup dalam sistem round-robin satu kali, keuntungan sebagai tuan rumah menjadi sangat menentukan. Dan kini, dua negara yang juga peserta justru mendapat hak istimewa itu.

Perlu kita ketahui bersama, Qatar dan Arab Saudi bukan pemain baru dalam panggung kekuasaan sepak bola Asia. Qatar telah membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, dengan investasi infrastruktur mencapai USD 67 miliar dan menghasilkan sport tourism senilai USD 220 miliar. 

Mees Hilgers Semakin Tersisihkan, FC Twente Berencana Rekrut Pemain Baru Walau Bek Timnas Indonesia Belum Dapat Klub Baru
Mees Hilgers Semakin Tersisihkan, FC Twente Berencana Rekrut Pemain Baru Walau Bek Timnas Indonesia Belum Dapat Klub Baru
Sumber :
  • Timnas Indonesia

 

Sementara Arab Saudi, melalui Public Investment Fund (PIF), membangun Saudi Pro League dengan mendatangkan bintang-bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, dan Karim Benzema.  Tak hanya itu, Arab Saudi juga telah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Asia 2027 dan berbagai turnamen kelompok usia hingga 2028. Bahkan, negeri petro dollar itu sudah ditetapkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Kini, dengan hanya dua kemenangan di kandang sendiri, Qatar dan Arab Saudi bisa mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, tim-tim lain seperti Indonesia, Irak, Oman, dan UEA harus bertarung di medan yang bukan milik mereka, tanpa dukungan penuh suporter dan dalam atmosfer yang jelas menguntungkan tuan rumah.

Lebih jauh, baik Qatar maupun Arab Saudi juga tercatat sebagai sponsor resmi Piala Dunia 2026 melalui perusahaan milik negara mereka—Qatar Airways dan Aramco—yang menjadi mitra utama FIFA.  Maka tak berlebihan jika muncul pertanyaan: apakah AFC secara tidak langsung membuka jalan bagi dua negara Teluk ini untuk “diloloskan” ke Piala Dunia? Hal itu harus dijawab secara terbuka oleh AFC.

Federasi-federasi seperti Irak, Oman, dan UEA bahkan sempat melayangkan protes dan meminta laga digelar di tempat netral, namun diabaikan. Indonesia sendiri, meski sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah, kalah dalam proses seleksi yang disebut-sebut berdasarkan peringkat FIFA—padahal transparansi proses itu pun dipertanyakan.

Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sumber :
  • AFC

 

Jika AFC terus mengambil keputusan yang memperkuat dominasi negara-negara kaya, maka sepak bola Asia akan kehilangan keseimbangannya. Kompetisi bukan lagi soal siapa yang paling siap secara teknis, tapi siapa yang paling kuat secara struktural dan finansial.

Dan dalam lanskap seperti ini, pertanyaan tentang keadilan bukan hanya sah—ia menjadi keharusan. Karena sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya tentang siapa yang menang. Tapi juga tentang siapa yang diberi kesempatan untuk bertarung secara setara.  

Implikasi Dari Keputusan AFC 
Keputusan AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia Asia bisa memberi dampak yang lebih luas dari sekadar siapa yang lolos. 

Menurut saya hal Ini menyentuh arah perkembangan sepak bola Asia secara struktural, ekonomi, dan bahkan kultural. Berikut beberapa implikasi yang mungkin muncul:

1. Sentralisasi Kekuatan di Asia Barat
Dominasi tuan rumah oleh negara-negara Teluk memperkuat kesan bahwa kekuasaan sepak bola Asia kian berpusat di kawasan tersebut. Mereka tidak hanya menguasai organisasi dan sumber daya, tapi kini juga panggung kompetitif. Negara-negara seperti Indonesia, Uzbekistan, atau Thailand pun bisa merasa berada di pinggiran sistem, bukan bagian dari pusat.

2. Standar Baru: Siapa Paling Banyak Berinvestasi, Dia Berkuasa
Langkah AFC ini seakan menegaskan bahwa kekuatan finansial menentukan arah sepak bola. Negara-negara yang mampu membangun infrastruktur megah dan mendatangkan sponsor besar, otomatis mendapat perlakuan istimewa. Ini bisa memicu efek domino, mendorong negara-negara lain untuk mengedepankan investasi jangka pendek demi pencitraan, ketimbang pembangunan akar rumput dan sistem usia dini.

Logo AFC
Logo AFC
Sumber :
  • AFC.com

 

3. Turunnya Kepercayaan pada Fair Play dan Netralitas AFC
Banyak pengamat dan federasi sepak bola bisa mulai mempertanyakan netralitas AFC. Ketika keputusan-keputusan strategis terlihat terlalu berpihak, maka legitimasi organisasi pun bisa tergerus. Ini bukan cuma soal hasil pertandingan, tapi soal rasa memiliki terhadap ekosistem sepak bola Asia secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 4. Potensi Ketimpangan Kompetitif Jangka Panjang
Jika dominasi tuan rumah dan keuntungan struktural terus terjadi, maka sepak bola Asia bisa makin timpang. Negara-negara yang tidak mendapat akses ke panggung-panggung strategis akan sulit tumbuh. Ini bisa menghambat lahirnya “kekuatan baru” dari Asia Tenggara, Asia Tengah, atau Timur.

Namun, di sisi lain, keputusan ini juga bisa menjadi wake-up call bagi negara-negara seperti Indonesia: bahwa pembangunan sepak bola tidak bisa hanya mengandalkan semangat nasionalisme, tetapi harus dibarengi dengan strategi diplomasi olahraga, pengaruh regional, dan alokasi anggaran yang visioner.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menjelang Ramadan Perlindungan Kerja Mitra Pengemudi Diperkuat

Menjelang Ramadan Perlindungan Kerja Mitra Pengemudi Diperkuat

Program ini diarahkan sebagai upaya memperkuat posisi mitra pengemudi sebagai pekerja mandiri yang tetap memiliki akses terhadap jaminan sosial.
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Emanuel Navarrete vs Eduardo Nunez

Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Perebutan Gelar Juara Emanuel Navarrete vs Eduardo Nunez

Jadwal tinju dunia pekan ini, di mana ada perebutan gelar juara antara Emanuel Navarrete vs Eduardo Nunez.
Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Megawati Hangestri Cs Main, Ada Penentuan Juara Gresik Phonska vs Jakarta Pertamina Enduro di Seri Bogor

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Megawati Hangestri Cs Main, Ada Penentuan Juara Gresik Phonska vs Jakarta Pertamina Enduro di Seri Bogor

Jadwal Proliga 2026 pekan ini, yang akan diramaikan dengan penampilan Megawati Hangestri dan kawan-kawan di laga penting antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Pertamina Enduro.
Sebut Ketua BEM UGM Penentang HAM Gara-Gara Mau Tiadakan MBG, MenHAM Pigai: Tidak Mungkin UNICEF Bisa Menghentikan

Sebut Ketua BEM UGM Penentang HAM Gara-Gara Mau Tiadakan MBG, MenHAM Pigai: Tidak Mungkin UNICEF Bisa Menghentikan

Natalius Pigai menilai orang yang menentang program MBG sama saja dengan menentang HAM. Hal ini merespons kritik dari Ketua BEM UGM yang kirim surat ke UNICEF.
Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut siswa tewas dianiaya anggota Brimob, Birpda MS di Tual, Maluku. Ternyata menuai perhatian KemenPPPA. Dalam hal ini, KemenPPPA tengah melakukan koordinasi
Sembuhkan Diabetes dan Turunkan Berat Badan dengan Puasa, Begini Caranya Kata dr Zaidul Akbar

Sembuhkan Diabetes dan Turunkan Berat Badan dengan Puasa, Begini Caranya Kata dr Zaidul Akbar

Puasa dan Intermittent Fasting: Pendekatan alami untuk kesehatan dan berat badan, begini penjelasan dr Zaidul Akbar.

Trending

Kontroversi Besar! Atalanta Comeback Dramatis, Napoli Ngamuk ke Wasit Liga Italia

Kontroversi Besar! Atalanta Comeback Dramatis, Napoli Ngamuk ke Wasit Liga Italia

Atalanta berhasil melakukan comeback dramatis untuk menaklukkan Napoli dengan skor 2-1 dalam laga sengit yang diwarnai dua keputusan wasit kontroversial, Minggu (22/2/2026).
Kasus Nizam Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas di Sukabumi, Komisi III DPR Minta Pelaku Dihukum 15 Tahun Penjara

Kasus Nizam Disiksa Ibu Tiri hingga Tewas di Sukabumi, Komisi III DPR Minta Pelaku Dihukum 15 Tahun Penjara

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan akan mengawal kasus meninggalnya Nizam Safei (12) akibat disiksa ibu tirinya di Sukabumi, Jawa Barat.
Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 putri, di mana persaingan menuju babak final four makin memanas setelah Jakarta Livin Mandiri berhasil menggusur Jakarta Popsivo Polwan.
Sembuhkan Diabetes dan Turunkan Berat Badan dengan Puasa, Begini Caranya Kata dr Zaidul Akbar

Sembuhkan Diabetes dan Turunkan Berat Badan dengan Puasa, Begini Caranya Kata dr Zaidul Akbar

Puasa dan Intermittent Fasting: Pendekatan alami untuk kesehatan dan berat badan, begini penjelasan dr Zaidul Akbar.
Walaupun Kurma Manis Gula Darah Tetap Aman, Begini Cara Makan Kurma Lebih Sehat saat Puasa Ramadhan

Walaupun Kurma Manis Gula Darah Tetap Aman, Begini Cara Makan Kurma Lebih Sehat saat Puasa Ramadhan

Buah kurma jadi salah satu pilihan menu berbuka puasa ramadhan. Namun ada cara lebih sehatnya loh.
Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT