Jejak Pak Harto Dalam Dua Film Tentang Peristiwa 1 Maret 1949
- Buku 'Pak Harto, The Untold Stories'
"Tiga tahun belakangan ini, tvOne memang setiap dua pekan sekali menayangkan film perjuangan, dengan banner "Jas Merah" (Jangan Melupakan Sejarah)," sambung Reva, Jumat (11/3/2022) malam.
Pakar telematika Roy Suryo juga menyoal penghilangan nama Pak Harto dalam sejarah serangan umum 1 Maret 1949. Mantan Menteri Pemuda & Olahraga itu yang pertama kali mengingatkan di akun twitternya minggu lalu mengenai peran Soeharto yang tidak hanya muncul dalam film yang diproduksi di masa Orde Baru.
"Taruhlah dalam film "Janur Kuning" peran Pak Harto dilebih- lebihkan karena dibuat di masa beliau berkuasa. Tapi menghilangkan sama sekali peran beliau, jelas itu penggelapan sejarah. Karena peran Pak Harto nyata. Nonton Film Enam Djam di Jogja” yang dibuat tahun 1951. Waktu itu Pak Harto belum punya posisi penting dalam pemerintahan. Film itu jelas menyebut perannya. Malah, hanya Pak Harto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang disebut," papar Roy Suryo Jumat (11/3/2022) malam ketika saya hubungi. Tak lupa dia mengirimkan link film tersebut di YouTube. " Mas lihat di menit ke 30," sambungnya.
Tersimpan utuh di Sinematek
Kepala Sinematek Indonesia, Akhlis Suryapati yang dihubungi Jumat, menyatakan copy film "Enam Djam di Jogja” masih tersimpan rapi di lembaganya. Dia pun mengirimi saya rekaman bagian yang menyebut nama Pak Harto dalam dua versi film hitam putih dan versi berwarna.
Dalam film "Enam Djam di Jogja" jelas nama Soeharto dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX masing -masing disebut dua kali. Rinciannya berikut.
Pada menit ke 30.20 "Pak Harto sudah mengerti, segala sesuatu yg sudah saudara-saudara ajukan itu”, kata pemeran dalam film kepada kawan-kawannya.
Berikutnya pada menit ke 58.01. "Saya baru saja kembali dari rapat WK-102, untuk menerima perintah dari Kolonel Letnan Soeharto, guna mengadakan serangan umum terhadap Jogja”.
Adapun Sri Sultan Hamengkubuwono disebut pada menit ke 36.31 "Yang saya maksud di sini ialah, bahwa Sri Sultan sekalipun menyatakan persetujuan, malah menganjur-nganjurkan”.
Pada menit ke 36.39 " Kalau Sri Sultan setuju, ya kita juga setuju”.
Load more