GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hand Hygiene: Pertahanan Utama dalam Perawatan Neonatus di NICU

Hand hygiene menjadi hal yang sangat penting dalam mencegah infeksi terkait perawatan kesehatan.
Selasa, 24 Desember 2024 - 13:41 WIB
ilustrasi cuci tangan
Sumber :
  • Pixabay/ivabalk

Hand hygiene atau kebersihan tangan adalah langkah utama untuk mencegah infeksi terkait perawatan kesehatan (Healthcare-Associated Infections, disebut juga HAIs) termasuk bila bayi dirawat di ruang NICU.

HAIs seringkali ditularkan oleh tenaga kesehatan yang melepaskan partikel kulit di sekitar pasien, yang mengandung bakteri berbahaya seperti Klebsiella spp. dan Staphylococcus aureus. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, meningkatkan kepatuhan terhadap kebersihan tangan di antara tenaga kesehatan adalah tantangan yang rumit. Oleh karena itu pemantauan ketat kebersihan tangan staf NICU diperlukan untuk mengurangi HAIs, meningkatkan keselamatan pasien, dan mengurangi biaya kesehatan.

Data WHO untuk wilayah Asia Tenggara tahun 2021 pada hari cuci tangan sedunia  menyebutkan bahwa infeksi pada bayi baru lahir 2–3 kali dan 3–20 kali lebih tinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dibandingkan dengan negara berpenghasilan tinggi. 

Hasil penelitian di Indonesia yang dilakukan di 11 rumah sakit di DKI Jakarta pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kejadian infeksi nosokomial sebesar 9,8% (Spiritia, 2006) dan paling tinggi ditemukan di ruang perawatan intensif neonatus (Tambunan, 2008). 

Bayi baru lahir perlu dilakukan pemantauan karena risiko tinggi terjadi masalah kesehatan. Lingkungan kompleks di Unit NICU membutuhkan perhatian khusus terkait kebersihan tangan.

Penelitian infeksi nosokomial di NICU juga menyatakan bahwa pasien yang dirawat sangat berisiko untuk terpajan prosedur invasif dan peralatan, seperti penggunaan ventilator (Won et al. 2004).

Infeksi nosokomial dapat juga ditunjukkan melalui penggunaan kateter pembuluh darah, infus dengan osmolalitas tinggi, penggunaan alat bantu nafas, penggunaan antibiotik sebagai resiko penyebab yang signifikan (Lachassinne, Letamendia-Richard & Gaudelus, 2005). 

Berdasarkan hasil penelitian WHO selama 10 tahun hingga tahun 2019, 90 negara (46% dari semua negara anggota WHO) telah dianalisis, menunjukkan bahwa tingkat implementasi hand hygiene atau kebersihan tangan pada tingkat menengah (350 poin) berkaitan positif dengan tingkat pendapatan negara dan struktur pendanaan fasilitas kesehatan.

Pada penelitian di beberapa daerah di Indonesia juga masih menyatakan kepatuhan kebersihan tangan yang belum mencapai kesempurnaan mutu dan keselamatan pasien.

Rumah sakit memiliki kepentingan yang signifikan dalam mengurangi infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan (HAIs) karena hal ini secara langsung berdampak pada penurunan angka kematian neonatal, menjaga keamanan pasien, dan meningkatkan mutu layanan kesehatan secara berkelanjutan.

Beberapa kebijakan yang sudah ada antara lain:

1) pedoman WHO tentang hand hygiene dalam perawatan kesehatan memberikan tinjauan menyeluruh kepada tenaga kesehatan, administrator rumah sakit, dan otoritas kesehatan mengenai pentingnya hand hygiene dalam perawatan kesehatan serta rekomendasi khusus untuk meningkatkan praktik dan mengurangi penularan mikroorganisme patogen kepada pasien dan tenaga kesehatan.

2) rumah sakit menyediakan hand rub, hand wash, wastafel, dan menampilkan gambar cara melakukan hand hygiene yang benar.

3) melakukan edukasi kepada orang tua cara hand hygiene yang benar sehingga tangan mereka bisa masuk kedalam inkubator bayi.

4) monitoring angka kepatuhan hand hygiene setiap bulan di NICU.

5) audit kepatuhan hand hygiene bagi orang tua bayi. 

Dalam menghadapi isu hand hygiene ini terdapat beberapa kebijakan yang bisa diterapkan:

1) melakukan pelatihan dan pendidikan kebersihan tangan secara berkala. Memberikan pelatihan rutin kepada seluruh tenaga kesehatan di NICU tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan.

2) Memantau kepatuhan hand hygiene dengan sistem pemantauan video. Menggunakan sistem video monitoring untuk mengawasi sejauh mana tenaga kesehatan mematuhi protokol hand hygiene di NICU. Selain itu monitoring juga bisa dilakukan kepala ruangan kepada staf perawat atau kepada orang tua bayi saat berkunjung ke ruang NICU.

3) Menegakkan kebijakan rumah sakit yang ketat. Menetapkan kebijakan yang mewajibkan semua tenaga kesehatan untuk patuh terhadap protokol hand hygiene yang ketat, dengan diberlakukannya sanksi bagi pelanggar, hal ini juga bisa melibatkan peran kepala ruangan untuk aktif melakukan evaluasi pelaksanaan hand hygiene di ruang NICU.

4) melakukan reedukasi hand hygiene kepada orang tua setiap kali akan menengok bayinya.

Dalam mengevaluasi setiap opsi kebijakan, ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan, misalnya pelatihan dan pendidikan hand hygiene.

Dengan diadakan pelatihan bisa memberikan pengetahuan esensial kepada tenaga kesehatan, mudah dalam implementasinya, tetapi memerlukan sumber daya untuk organisasi pelatihan berkelanjutan dan potensi penurunan kepatuhan setelah pelatihan.

Untuk opsi pemantauan kepatuhan hand hygiene dengan sistem video monitoring, hal ini memungkinkan pemantauan objektif dan langsung terhadap kepatuhan, membantu mengidentifikasi pelanggaran yang tidak terdeteksi, tetapi memerlukan investasi awal untuk perangkat keras dan perangkat lunal serta potensi masalah privasi.

Kemudian penerapan kebijakan rumah sakit yang ketat dapat menciptakan budaya mendukung hand hygiene sebagai prioritas utama, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan, kekurangannya adalah perlu dukungan manajemen yang kuat dan konsisten dan risiko ketidakpuasan staf jika kebijakan terlalu ketat.

Pelibatan kepala ruangan dalam monitoring, supervisi dan evaluasi staf perawat dan orang tua bayi pada tindakan hand hygiene bisa menilai secara langsung dan objektif dan bisa langsung melakukan koreksi bila terdapat langkah-langkah yang belum tepat.

Namun sayangnya terkadang bila staf perawat atau orang tua bayi tahu sedang dilakukan penilaian hand hygiene maka cenderung mereka akan merasa 'diawasi' sehingga bisa menimbulkan bias.

Selain itu bila melakukan reedukasi hand hygiene pada orang tua seringkali orang tua akan menjawab 'sudah tahu' 'sudah pernah diajarkan' sehingga menimbulkan kesan mereka 'bosan' diingatkan terus-menerus.

Berdasarkan opsi di atas maka rekomendasi terbaik adalah melibatkan kepala ruangan secara aktif untuk monitoring, supervisi, dan evaluasi hand hygiene pada staf perawat serta melakukan audit hand hygiene pada orang tua bayi atau pengunjung.

Penentuan duta perawat hand hygiene of the month sebagai bentuk reward juga bisa menjadi pilihan. Diharapkan dengan adanya duta bisa saling mengingatkan sesama staf perawat. 

Selain itu rekomendasi selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menggabungkan pelatihan rutin tentang hand hygiene dengan pemantauan kepatuhan melalui sistem video monitoring.

Pendekatan ini menyediakan langkah yang lebih komprehensif dan memastikan kelangsungan praktik hand hygiene di NICU.

Untuk kebijakan rumah sakit yang ketat dapat diterapkan secara paralel untuk memperkuat hasil jangka panjang. Sehingga diharapkan angka kepatuhan hand hygiene perawat NICU akan selalu konsisten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penulis: Ns. Ratna Meilina, S.Kep, Mahasiswa Program Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
2024

Disclaimer: Artikel ini telah melalui proses editing yang dipandang perlu sesuai kebijakan redaksi tvOnenews.com. Namun demikian, seluruh isi dan materi artikel opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Laporan 43 Polisi Lakukan Pemerasan Dilimpahkan ke Korsup, ICW Singgung Potensi Konflik Kepentingan di KPK

Laporan 43 Polisi Lakukan Pemerasan Dilimpahkan ke Korsup, ICW Singgung Potensi Konflik Kepentingan di KPK

ICW bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sebelumnya melaporkan kasus pemerasan oleh oknum polisi ke KPK pada 23 Desember 2025
Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi amankan pengemudi dan penumpang mobil Calya hitam usai lawan arah menabrak sejumlah kendaraan hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar
Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Nama Patrick Kluivert kembali mencuat ke publik. Setelah tak lagi menukangi Timnas Indonesia, mantan striker Belanda itu dirumorkan masuk radar calon pelatih ..
Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Komisi IX DPR RI menyoroti lambannya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), terkhusus di Jambi.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.

Trending

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik menegangkan pengemudi mobil Toyota Calya berwarna hitam nyaris diamuk massa di kawasan Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.
Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Atalanta mengusung misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua babak play-off Liga Champions. La Dea harus membalikkan defisit dua gol setelah tumbang 0-2 di Signal Iduna Park.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Deretan pemain keturunan Eropa siap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Generasi emas ini diyakini bisa membawa Garuda ke Asia dan Piala Dunia..
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Sentul, di mana Megawati Hangestri dan hingga Yolla Yuliana akan menjalani laga terakhirnya di babak reguler sebelum tampil di babak final four.
Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan dugaan komentar pedas Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol Sony Sonjaya terhadap Ketua BEM UGM
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT