Too Sweet to Handle: Kenapa Anak Muda Hobi Minum Manis?
- Freepik
Pola konsumsi merupakan salah satu bentuk habitus. Habitus? Apaan, tuh? Sederhananya, habitus menurut Bourdieu adalah cara berpikir, merasa, dan bertindak yang terbentuk dari pengalaman hidup dan lingkungan sosial seseorang.
Habitus cenderung sulit diubah karena sudah tertanam dalam diri seseorang. Bentuk habitus konsumsi SSB, seperti selalu memilih teh kemasan saat istirahat belajar atau menjadikan kopi susu sebagai teman begadang.
Dalam konteks ini, habitus konsumsi SSB dapat terbentuk karena peran struktur sosial, agen sosialisasi, dan faktor-faktor lainnya.
Struktur sosial seperti kebijakan dan kapitalisme mempengaruhi siklus konsumsi SSB anak muda. Beberapa di antaranya adalah pemerintah yang belum membuat kebijakan pengenaan pajak untuk SSB. Padahal, hal tersebut terhitung efektif di negara maju sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, struktur kapitalisme yang kental juga mendukung.
Kapitalisme menimbulkan peningkatan dalam produksi minuman-minuman manis terlepas dari kondisi data obesitas di Indonesia bisa melewati perusahaan produksi dan penampilan iklan yang mengecoh.
Meski dianggap mandiri, faktor agen sosial seperti keluarga dan teman juga memengaruhi. Keluarga, sebagai agen terdekat membentuk kebiasaan konsumsi sejak dini.
Aturan meja makan, seperti minuman yang disediakan saat makan dan kebiasaan orang tua menjadi penentu. Jika keluarga jarang menyediakan SSB atau menerapkan aturan ketat tentang SSB, anak akan cenderung tumbuh dengan kebiasaan lebih sehat.
Selain itu, anak akan meniru pola orang tua yang sering menikmati SSB. Selain keluarga, teman sebaya juga memainkan peran penting. SSB sering dianggap lebih menarik secara sosial dibanding air mineral ketika bersosialisasi dengan teman.
Anak muda juga cenderung mengonsumsi SSB lebih banyak ketika teman mereka juga melakukannya, begitu juga sebaliknya, konsumsi SSB berkurang SSB berkurang jika teman sebaya jarang mengonsumsinya.
Selain faktor-faktor tersebut, lingkungan tempat tinggal atau kemudahan akses serta bentuk self reward dan obat ketika stress juga menjadi faktor pendukung anak muda mengonsumsi SSB.
Kita hidup di lingkungan dengan akses mudah terhadap minuman manis, seperti sering ditemui di pusat perbelanjaan, warung, dan toko.
Load more