News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesta Miras Oplosan, 4 Pemuda Tewas dan 3 Orang Dirawat di Rumah Sakit

Empat orang pemuda masing-masing berinisial warga Kampung Cibangun, Kabupaten Tasikmalaya, tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan.
Selasa, 5 Oktober 2021 - 17:45 WIB
Usai Tenggak Miras Oplosan 4 Pemuda di Tasik Tewas
Sumber :
  • tim tvOne - Denden Ahdani

Tasikmalaya, Jawa Barat – Empat orang pemuda masing-masing berinisial DA (22), AM (16), PI (25) dan FA (22) warga Kampung Cibangun, Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Keempat korban berpesta miras oplosan bersama tiga temannya ER (30), AN (25) dan JI (18) pada, Sabtu (2/10) lalu.

Dua orang korban AM dan DA meninggal di rumahnya masing-masing Senin (4/10) lalu. Sementara dua korban lainnya berinisial FA dan PI meninggal saat dirawat di rumah sakit. Tiga orang korban lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, saat  ini polisi terus mendalami kasus pesta miras oplosan yang hingga merenggut empat korban ini. Polisi yang memeriksa tempat kejadian perkara menemukan barang bukti berupa 2 buah botol bekas berisikan alkohol. Yang masing-masing botol mengandung alcohol 90% dan satunya mengandung 70%. Hasil pemeriksaan saksi sementara, para korban mengoplos alkohol tersebut dengan minuman berenergi dan obat batuk.

"Awalnya ada dua orang yang meninggal, kemudian lima orang dirawat di rumah sakit. Dari lima orang yang dirawat di rumah sakit, pagi tadi kita mendapat informasi dua orang sudah meninggal dunia. Kita coba datangi TKP, kita temukan memang bekas botol alkohol. Satu botol kandungannya 90 persen dan satu lagi 70 persen. Jadi, berdasarkan informasi awal dari korban yang saat ini masih dirawat, sepertinya alkohol ini dicampur dengan minuman berenergi dan obat batuk," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno saat ditemui di kantornya, Selasa (5/10).

Hario menambahkan, polisi kesulitan mengungkap pesta miras tersebut lantaran masih minim saksi. Para saksi yang juga menjadi korban, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

"Sementara hanya barang buktinya saja yang diamankan, untuk para saksi ini kita saat ini masih minim saksi, karena kondisinya memang masih sulit untuk memberikan keterangan ke kita. Tadi juga kita sudah coba salah satu korban yang menurut dokter sudah pulih, kita tanya muntah-muntah lagi. Jadi untuk saksi saat ini kita biarkan dulu untuk memulihkan kondisinya," ucap Hario.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT