GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenali 3 Jenis Gerhana Bulan, Nomor 1 Paling Keren!

Gerhana Bulan atau khusuful qamar diprediksi akan kembali terjadi pada 8 November 2022. Hal ini berdasarkan data astronomis, yang juga menyatakan Gerhana Bulan
Senin, 7 November 2022 - 17:57 WIB
Ilustrasi Gerhana Bulan
Sumber :
  • Istimewa/istockphoto.com

Jakarta - Gerhana Bulan atau khusuful qamar diprediksi akan kembali terjadi pada 8 November 2022. Hal ini berdasarkan data astronomis, yang juga menyatakan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. 

Dalam hal ini, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin jelaskan, Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu. 
Bahkan, ia katakan Gerhana Bulan Total dapat dilihat pada kontak Umbra 3 (U3) pada pukul 18.42 WIB. Sementara, untuk wilayah Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Kalimantan Barat dapat melihat GBT pada waktu puncak gerhana, yakni 17:59 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Insya Allah, pada 8 November 2022, akan terjadi Gerhana Bulan Total di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Kamaruddin seperti yang dikutip tvonenews,com, (7/11/2022).

Selanjutnya, untuk wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, GBT dapat dilihat pada kontak Umbra 2 (U2) pukul 17:16 WIB/18:16 WITA/19:16 WIT.

“Masyarakat Papua dan Papua Barat dapat melihat Gerhana Bulan Total pada kontak Umbra 1 (U1) pukul 18:08 WIT,” terangnya.

Dilansir dari VIVA, Gerhana Bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Namun karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika (garis khayal yang menjadi jalur lintasan benda langit dalam mengelilingi titik pusat sistem tata surya) sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan gerhana bulan.

Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan menghadirkan dua buah titik potong yang disebut node. Gerhana bulan akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka dari itu, gerhana bulan seharusnya akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi. 

Tak hanya proses terjadinya Gerhana Bulan saja untuk diketahui. Namun ternyata Gerhana Bulan ada jenis-jenisnya. Ada tiga jenis Gerhana Bulan, yakni gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra. Berikut penjelasan masing-masing proses terjadinya gerhana bulan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan