News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akun Instagram Humas Polda Metro Jaya Unggah Kasus Tikipor yang Diduga Libatkan Lukas Enembe, Pengamat Kepolisian: Fokus Persoalan Institusinya, Enggak Perlu Ikut Tangani KPK

Akun resmi instagram @humas.poldametrojaya turut serta menyoroti kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe. 
Kamis, 22 September 2022 - 12:57 WIB
Tangkapan Layar Flyer Kasus Dugaan Tipikor Gubernur Papua Lukas Enembe.
Sumber :
  • Instagram @humas.poldametrojaya

Jakarta - Akun resmi instagram @humas.poldametrojaya turut serta menyoroti kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe

Adanya unggahan pada akun tersebut turut serta disoroti oleh pengamat kepolisian dari Institute for Security and Startegic Studies (ISES), Bambang Rukminto

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang mengatakan sebaiknya pihak Polda Metro Jaya tak perlu ikut campur dalam penanganan kasus yang dilakukan oleh KPK

Kata Bambang, sebaiknya Polda Metro Jaya lebih fokus menangani permasalahan pada badan institusinya yang tengah disorot oleh publik. 

"Harusnya polisi fokus pada persoalan atau isu-isu yang menjadi sorotan masyarakat terkait institusinya. Tak perlu ikut-ikutan pada persoalan yang sedang ditangani KPK yang belum tentu ada sangkut pautnya dengan Polda Metro Jaya. Kalau seperti itu akhirnya bisa muncul asumsi, Polda Metro Jaya sedang melakukan pengalihan isu. Dan tidak fokus pada penuntasan kasusnya sendiri," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Diberitakan sebelumnya, dari pantauan tim Tvonenews.com, akun instagram tersebut mengunggah flyer dengan sosok Lukas Enembe dengan latar belakang Gedung KPK.

Tak hanya sampai di situ pada flyer yang diunggah itu terdapat pula logo Humas Polri pada sisi kiri atas flyer dan logo Polda Metro Jaya pada sisi kanan atas flyer. 

Pada unggahan tersebut turut menyertai deskripsi bertajuk 'KPK Minta Gubernur Papua Lukas Enembe dan Pengacaranya untuk Kooperatif'.

"Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) diminta untuk kooperatif ketika diagendakan untuk diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjelaskan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta bukti-bukti yang dimiliki KPK," tulis akun tersebut dikutip pada Rabu (21/9/2022).

"Alex meminta kepada tim Penasihat Hukum dan Lukas sendiri untuk kooperatif. Mengingat, KPK berdasarkan UU yang baru ini bisa menghentikan penerbitan dan menerbitkan SP3 jika pada proses penyidikan tersangka bisa membuktikan asal sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan transaksinya oleh PPATK, baik transaksi ke judi kasion maupun lainnya," sambungnya.

Adapun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan unggahan tersebut dalam ruang pihaknya mendukung pemberantasan tipikor.

"Yang jelas Polda Metro mendukung pemberantasan tindak-tindak korupsi, mendukung KPK dalam rangka penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi," ungkap Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Adapun saat ini unggahan terkait kasus tipikor yang diduga melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe telah dihapus oleh akun instagram @humas.poldametrojaya sekira pukul 16.00 WIB

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Metro Jaya terkait penghapusan unggahan flyer tersebut.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut banyak kasus tipikor yang diduga melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya laporan dugaan keterlibatan Lukas Enembe dalam tipikor diusut pihak KPK usai adanya laporan masyarakat ke bagian pengaduan masyarakat (dumas) KPK hingga PPATK. 

"Beberapa perkara yang sedang ditangani, bukan hanya satu. Ada beberapa yang sedang kita tangani. Apalagi nanti dikaitkan dengan beberapa laporan masyarakat dari dumas yang menyangkut tentang Papua, dan juga dikaitkan dengan hasil PPATK yang ada," katanya, Jakarta, Selasa (20/9/2022).(raa/chm)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral