News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PKS Curiga KPK Jadi Alat untuk Jegal Anies Baswedan Nyapres di Pilpres 2024

Mardani Ali Sera menduga bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi alat untuk menjegal Anies Baswedan menjelang Pilpres 2024.
Senin, 19 September 2022 - 17:42 WIB
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
Sumber :
  • tim tvonenews

Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera ikut menanggapi ihwal isu Anies Baswedan dijegal agar tidak maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Mardani menduga bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi alat untuk menjegal Anies Baswedan menjelang Pilpres 2024.

"Pemanggilan ke KPK bisa jadi salah satu yang dipersepsi publik bagian dari penjegalan," ujar Mardani, Senin (19/9/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, ia menilai upaya penjegalan yang dilakukan pihak tertentu kepada orang yang ingin nyapres itu merupakan permainan yang tidak sehat, sehingga pantas untuk dilawan. 

"Jegal-menjegal tidak sehat, kita akan lawan yang jegal-menjegal," ujar dia.

Pasalnya, Mardani mengatakan semua orang mempunyai hak dalam mencalonkan diri sebagai capres maupun cawapres. Oleh karena itu, ia menganggap lebih baik ada lebih dari dua pasangan capres dan cawapres yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Buat saya semua orang punya hak dan tadi lebih dari dua (paslon) lebih baik," ungkapnya. 

Selain perintah melawan isu menjegal, Mardani juga menegaskan isu Pilpres idealnya hanya dua paslon juga harus dilawan. "Tapi buat saya semuanya harus dilawan," pungkasnya. 

PPP: Hentikan Jegal Menjegal

(Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani. Sumber: tvonenews)

Senada dengan PKS, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani meminta isu terkait jegal-menjegal itu dihentikan saja. Sebab ia menilai kabar tersebut tidak menciptakan kegiatan yang produktif dan tidak memiliki manfaat bagi demokrasi.

"Mari kita melihat dan berikhtiar dengan cara elegan agar Pilpres 2024 bisa kita laksanakan dengan lebih baik, terlepas berapa paslon yang berkontestasi," ungkap Arsul.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengaku tidak merasakan adanya pihak-pihak yang melakukan penjegalan. 

Arsul mengaku partainya memiliki kebebasan dalam berkreasi jelang Pemilu 2024, termasuk dalam membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan Partai Golkar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi bagi PPP tidak ada itu cerita tentang jegal menjegal agar parpol tidak bisa mengajukan paslon," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman menyebut ada pihak yang berupaya menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi capres di Pilpres 2024.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT