News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penyidik Dirtipideksus Bareskrim Polri Telusuri Aset para Tersangka di ACT

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Polri menelusuri sebanyak 843 rekening Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait dugaan kasus penggelapan dana umat. 
Selasa, 2 Agustus 2022 - 14:42 WIB
Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Nurul Azizah.
Sumber :
  • tim tvOne - Langgeng

Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Polri menelusuri sebanyak 843 rekening Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait dugaan kasus penggelapan dana umat. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan pihaknya telah menelusuri rekening itu atas rekomendasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyidik melakukan aset tracing harta kekayaan ACT, para tersangka, dan pihak terafiliasi. Ada 843 rekening dari PPATK terkait empat tersangka yang statusnya sudah diblokir," ujar Kombes Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2022). 

Dia menjelaskan langkah tersebut sudah sesuai kewenangan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Adapun empat tersangka yang akan dilakukan tracing harta kekayaannya adalah mantan Presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khajar, Pengawas ACT Hariyana Hermain, dan Ketua Pembina ACT Novariadi Imam Akbari. 

Selain itu, Kombes Nurul mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait jumlah rekening ACT. 

Menurutnya, penyidik ingin menelusuri rekening ACT yang terdaftar di Kemensos 

"Penyidik akan klarifikasi dan menelusuri 777 rekening ACT untuk mengetahui mana yang terdaftar atau tidak," jelasnya. 

Kombes Nurul menyebutkan penyidik juga menggandeng pihak luar guna menelusuri seluruh aset ACT. 

Dia menerangkan hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengungkapan dana yang diselewengkan ACT. 

"Penyidik bekerja sama dengan akuntan publik untuk melakukan audit keuangan ACT," imbuhnya. 

Seperti diketahui, ACT diduga menyelewengkan dana yang diberikan Boeing untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. 

Sebelumnya, Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka pimpinan ACT, termasuk Ahyudin dan Ibnu Khajar.(lpk/chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral