Di Hadapan Murid-Murid SMA, Dedi Mulyadi Lontarkan Pernyataan: Kenapa Kita Belum Maju? Karena Terlalu Banyak Pelajaran, tapi Tidak Ada Pengamalan
- Pemprov Jabar
Jakarta, tvOnenews.com - Di hadapan sejumlah murid SMA, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan pernyataan yang tak biasa.
“Kenapa kita belum maju? Karena terlalu banyak pelajaran, tetapi tidak ada pengamalan,” ujarnya pada Kamis (16/4/2026) lalu.
Gubernur yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu mengungkapkan pernyataan itu saat berinteraksi dengan murid-murid di kelas usai meresmikan unit sekolah baru di SMAN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor.
Dedi Mulyadi pun lantas menjelaskan maksud dari pernyataannya itu.
Menurut dia, pembelajaran di sekolah tidak cukup berhenti pada aspek akademik, tapi juga harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, KDM menekankan pentingnya pendidikan terapan dalam setiap mata pelajaran.
Dedi Mulyadi memberikan contoh pendidikan terapan usai pembelajaran di sekolah.
Misalnya, saat siswa mempelajari materi energi terbarukan di kelas, maka selanjutnya perlu dilakukan praktik nyatanya agar manfaatnya dapat dirasakan langsung.
“Bukan hanya penjelasan akademik, itu hanya landasan. Ke depan siswa harus mampu mempraktikkan. Misalnya, mengolah bahan baku sawit menjadi solar. Manfaatnya harus dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata KDM.
Memang, sambung dia, siswa yang hanya berfokus pada aspek akademik dinilai juga sudah baik.
Akan tetapi, KDM menilai siswa yang mampu mengolah pengetahuan menjadi sesuatu yang teknokratis dan aplikatif memiliki nilai lebih tinggi.
"Siswa yang yang hanya fokus akademik saya beri nilai 7, tapi siswa yang bisa mengubah hal akademik menjadi teknokratis dan praktis itu nilainya 9," terangnya. (nsi)
Load more