Usai Viral Dituding Lakukan Malapraktik, Dinkes Sumut Langsung Investigasi RS Muhammadiyah Medan
- istimewa
"Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara menyimpulkan bahwa secara klinis tindakan medis yang dilakukan telah sesuai prosedur dan didasarkan pada temuan penyakit kanker ganas. serta legalitas dokumen dan penyampaian informasi terkait penyakit serta tindakan medis operasi sudah disampaikan secara utuh kepada pasien dan keluarga pasien (anaknya), sehingga tim menganalisis adanya unsur kesengajaaan atau kesempatan dari pihak ekxternal untuk memviralkan kasus ini yang mencoreng nama RS," ujar Faisal.
Meski audit dokumen telah selesai, Satgas Dinkes Sumut merasa masih perlu menggali keterangan langsung dari pihak keluarga. Fokus utama adalah mereka yang memberikan tanda tangan pada surat izin operasi.
"Kami tim satgas juga menganggap perlu adanya meminta keterangan dari pasien dan keluarga pendamping khsususnya pada saat konsultasi penyakit dan pelaksanaan operasi terutama yg menandatangani surat izin operasi dan yang menerima edukasi," jelas Faisal.
Sementara, kuasa hukum pasien, Ojahan Sinurat menyatakan kliennya semula hanya dijadwalkan menjalani pengangkatan miom pada 24 Februari 2026. Namun, kondisi pasien memburuk setelah tindakan tersebut dilakukan.
"Tanggal 13 Januari pasien dapat rujukan berobat ke RS Muhammadiyah. Nah, hasil dari USG, dokter mengatakan dia itu miom. Lalu di tanggal 24 Februari dilakukanlah pengangkatan miom itu," ujar Ojahan Sinurat.
Bahkan kata dia, kliennya mengalami infeksi dan pembengkakan pasca-operasi. Pasien sempat kembali dirawat selama lima hari namun tidak kunjung mendapatkan kesembuhan yang signifikan.
"Selang dua hari pasien mengeluhkan infeksi dan keluar nanah, juga rasa sakit. Kemudian datanglah lagi ke RS tersebut, dirawat selama lima hari," tambah Ojahan.
Kepastian mengenai pengangkatan rahim baru diketahui keluarga setelah pasien dirujuk ke RS Haji pada 14 April 2026. Hasil patologi anatomi menunjukkan bahwa uterus dan ovarium pasien telah diangkat.
"Tapi itu nggak pernah dikasih ke pasien. Jadi saat itu juga anak pasien datang ke RS Muhammadiyah untuk meminta itu, baru dikasih dan difoto si anak ke mamaknya ini. Di situlah baru tahu bahwa uterus dan ovarium sudah diangkat. Pasien enggak mengerti awalnya apa itu uterus dan ovarium, setelah dijelaskan baru tahu bahwa itu rahim," beber Ojahan.
Load more