Tak Ingin Bertele-tele, Pengacara Jusuf Kalla Skak Rismon soal Kasus Ijazah Jokowi: Simple, Sebut Saja Siapa Pendananya
- istimewa - antaranews
Adapun pihak-pihak terlapor adalah Rismon Sianipar, pemilik akun YouTube @Studiomusikrockcianjur, dan pemilik akun Facebook atas nama 1922 Pusat Madiun.
Laporan dilayangkan setelah muncul sebuah video di media sosial yang menampilkan wajah Rismon Sianipar dan mencantumkan tuduhan bahwa Jusuf Kalla mendanai bergulirnya isu tudingan ijazah palsu.
Selain itu, ada satu video lain yang ditemukan oleh pihak kuasa hukum JK yang memperlihatkan pertemuan antara Rismon Sianipar dan salah satu relawan Jokowi, Andi Azwan.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terdengar pernyataan yang menyinggung penyelesaian persoalan dengan menyebut soal “pendana”.
Video tersebut diklaim bukan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Bahkan, Andi Azwan disebut mengakui video itu merupakan curhatan dari Rismon Sianipar.
Dalam video, terdengar perkataan yang berbunyi: "Untuk menuntaskan atau menyelesaikan persoalan ini, selesaikan dulu pendananya."
Lebih lanjut, dalam salah satu bagian video yang dijadikan bukti terkait laporan JK ini, Rismon memperkenalkan diri dan menyatakan adanya “pejabat elit” di balik isu ijazah Jokowi.
Sementara itu, beberapa hari setelah JK melayangkan laporan, Rismon melalui kuasa hukumnya, Jahmada Girsang menepis soal tuduhan kliennya pernah menyebut nama JK sebagai pendana kasus ijazah Jokowi.
Bahkan ia katakan, pernyataan itu dibuat oleh Artificial Intelligence (AI).
"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK," jelas Jahmada Girsang.
Sementara, Jusuf Kalla menyatakan, tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi adalah penghinaan bagi dirinya sekaligus hal yang tidak etis dan tidak pantas untuk dia lakukan.
"Pertama juga ini tersebar luas dan bagi saya ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya," kata Jusuf Kalla di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).
Apalagi, Jusuf Kalla sudah mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden pada periode 2014-2019.
"Pak Jokowi itu bekas presidennya, saya wakilnya ya, kita sama-sama di pemerintahan selama lima tahun. Masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," beber Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla juga menegaskan, tudingan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi sama sekali tidak benar.
Load more