Dedi Mulyadi Tak Main-main Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer Buntut Viral Lecehkan Guru
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang melakukan pelecehan terhadap gurunya beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, viral di media sosial video sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta, Jawa Barat mengacungkan jari tengah kepada guru PKN Bernama Atun Syamsiah.
Meski sudah saling memaafkan, antara siswa dan Bu Atun, namun Kang Dedi Mulyadi alias KDM memilih memberikan efek jera terhadap siswa yang dengan kesadaran penuh mengacungkan jari tengah kepada gurunya tersebut.
KDM pun memutuskan akan mengirim para siswa yang berjumlah Sembilan orang itu ke barak militer.
- Instagram @dedimulyadi71
KDM menegaskan para siswa itu akan mendapatkan bimbingan di sekolah dan barak militer.
"Mereka juga sudah mendapatkan arahan, ini bukan sebagai hukuman. Namun juga ada bimbingan yang (diterima siswa), dengan mengirim ke barak ya untuk medapatkan bimbingan," kata KDM, dikutip dari Instagramnya pribadinya @dedimulyadi71, pada Kamis (23/4).
Sebelumnya, KDM memang tampak tidak puas dengan sanksi yang diberikan pihak sekolah terhadap sejumlah siswa tersebut.
KDM menilai sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada sejumlah siswa tersebut kurang efektif.
Pasalnya, kata KDM, sanksi skorsing tidak akan memberikan efek jera maupun pembinaan dalam pembentukan karakter yang nyata.
Bahkan KDM memberikan saran hukuman dengan kerja sosial selama 1-3 bulan tergantung dari perkembangan para siswa tersebut.
Di mana siswa tetap pergi ke sekolah untuk membersihkan halaman dan juga toilet setiap hari, bukan untuk belajar di kelas.
"Tetapi, saya memberikan saran. Anak itu (para siswa yang terlibat olok-olok guru) tidak skorsing selama 19 hari. Ini saran mudah-mudahan sarannya bisa digunakan. Tetapi diberikan hukuman untuk membersihkan halaman sekolah, yaitu dengan menyapu setiap hari dan juga membersihkan toilet," ucapnya dikutip pada Senin (20/4/2026).
Menurutnya, hukuman harus bermanfaat bagi pembentukan karakter setiap siswa, yang masih membutuhkan bimbingan dari orang tua maupun gurunya.
"Prinsip dasarnya yaitu setiap hukuman yang diberikan itu harus hukuman yang dapat memberikan manfaat, bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan juga oleh gurunya," terangnya. (muu)
Load more