Nasib Perawat Senior RSHS Bandung yang Didiuga Tukar Bayi Pasien, Disanksi SP1 hingga Dipindahkan
- Ilham Ariyansyah/tvOne
Bandung, tvOnennews.com - Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan dan memberikan Surat Peringatan (SP) 1 kepada oknum perawat senior buntut viralnya video di media sosial yang dialami pasien bayi ibu Nina Saleha (27).
"Perawatnya dinonaktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1," kata Dirut RSHS Bandung, Rachmi, dalam ketetangannya, Sabtu (11/4/2026).
Selain itu, pihak RSHS Bandung juga siap dilakukan evaluasi dan sudah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan kejadian ini ke Kemenkes," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Rachmi RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi kepada orang tauanya, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
Permohonan Maaf
Sebelumnya, manajemen RSHS Bandung secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pasien bayi dari Ibu Nina Saleha.
Hal ini merupakan respons cepat pihak rumah sakit, menyusul unggahan keluhan yang sempat viral di media sosial TikTok pada 8 April 2026.
Melalui siaran pers resminya, pihak RSHS menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami keluarga pasien selama menjalani proses perawatan medis di rumah sakit tersebut.
Pihak manajemen menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menanggapi aspirasi masyarakat.
RSHS dilaporkan telah bergerak cepat dengan melakukan kunjungan langsung serta menjalin komunikasi intensif dengan Ibu Nina Saleha.
"Tim kami telah berkomunikasi langsung dengan Ibu Nina Saleha untuk mendengar keluhan yang dimaksud. Saat ini, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan," tulis pernyataan resmi manajemen RSHS.
Peristiwa ini menjadi momentum bagi RSHS, untuk melakukan introspeksi dan evaluasi internal.
Manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan regulasi dan standar prosedur operasional yang berlaku.
"RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kami," tutup pernyataan tersebut.
Kronologi
- Cepi Kurnia/tvOne
Ibu muda asal Kota Cimahi, Nina Sleha ungkap kronologi dirinya nyaris kehilangan bayi gara-gara keteledoran petugas RSHS Bandung.
Ia tak terima bayinya yang baru dilahirkannya nyaris hilang gara-gara keteledoran petugas RSHS Kota Bandung.
Nina marah bukan main, saat tahu bayinya diberikan kepada orang lain oleh oknum perawat di RSHS.
Nina menjelaskan, bayinya dirawat di ruang NICU RSHS selama kurang lebih lima hari karena mengalami penyakit kuning.
Saat proses kepulangan, ia bersama suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk makan sambil menunggu berkas administrasi selesai.
Namun, setibanya kembali ke ruang perawatan, Nina merasa ada yang janggal. Ia kaget bukan main saat melihat bayinya justru berada dalam gendongan orang lain.
“Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” kata Nina, Rabu (9/4/2026).
Nina langsung menghampiri perempuan yang menggendong bayi tersebut dan memastikan bahwa itu adalah anaknya.
Ia semakin yakin setelah mengenali wajah dan perlengkapan bayi, meski gelang identitas bayi disebut sudah tidak terpasang.
“Saya bilang, itu anak saya. Saya yang merawat, saya yang tahu bajunya. Tapi saat saya lihat, gelang namanya sudah tidak ada,” katanya.
Panik, Nina segera memanggil perawat dan meminta penjelasan. Ia mengaku sempat berteriak karena khawatir bayinya akan dibawa pergi.
Menurut pengakuannya, perawat yang bertugas sempat meminta maaf dan berdalih telah memanggil nama Nina sebelumnya, namun tidak ada respons sehingga bayi tersebut diserahkan kepada pihak lain.
“Susternya bilang sudah memanggil nama saya berkali-kali, tapi karena tidak ada, bayinya diberikan begitu saja,” ungkapnya.
Padahal, bayi tersebut diketahui baru berusia sekitar satu minggu dan masih dalam masa perawatan intensif setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya. (cep/muu)
Load more