Tiga Prajurit Gugur, Indonesia Tetap di Garis Perdamaian Lebanon! Istana: Evaluasi Berjalan Tapi Tidak Tarik Pasukan
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan menarik pasukan penjaga perdamaian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meski insiden tragis menewaskan tiga prajurit TNI di wilayah konflik tersebut.
Sikap ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap berada di garis depan misi perdamaian dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, bahwa opsi penarikan pasukan tidak masuk dalam pertimbangan pemerintah, namun evaluasi menyeluruh tetap dilakukan.
“Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Di tengah meningkatnya risiko keamanan di Lebanon Selatan, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran pasukan Indonesia bukan sekadar operasi militer, melainkan amanat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia.
“Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan, bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada,” ucap dia.
Hasil awal investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Department of Peace Operations (UNDPO) mengindikasikan adanya dua sumber serangan berbeda yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia.
Satu insiden diduga berasal dari tembakan tank militer Israel Defense Forces, sementara insiden lainnya dipicu oleh alat peledak improvisasi (IED) yang diduga dipasang oleh kelompok Hezbollah.
Namun, pemerintah Indonesia menilai temuan awal tersebut belum cukup untuk menjadi kesimpulan akhir.
Pelaksana Tugas Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI Veronica Vicka Rompis menyatakan bahwa laporan awal telah diterima pemerintah pada 6 April, namun proses investigasi harus dilanjutkan secara menyeluruh.
“Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operation atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden tanggal 29 dan tanggal 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNDPO,” ujar Vicka.
Load more