Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Tangerang Sempat Disegel, Kemenag Turun Tangan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Staf Khusus Menteri Agama (Menag) RI, Gugun Gumilar memastikan segel di Yayasan dan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika, di Teluknaga, Kabupaten Tangerang telah dibuka kembali.
“Sore ini saya turun langsung ke lokasi di Yayasan dan rumah doa POUK Teluknaga untuk hadir langsung di lapangan, melakukan mediasi, serta berkomunikasi dan menghubungi berbagai pihak terkait guna mencari solusi terbaik. Upaya tersebut alhamdulillah terlaksana dan nyata kehadiran negara dalam merespons persoalan di tengah masyarakat," kata Gugun.
Sebagai mediator dan fasilitator, Gugun menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kebebasan beragaman.
Ia bersyukur karena semua pihak yang telah berkomunikasi sehingga masalah yang dihadapi masyarakat di Teluknaga bisa berakhir baik.
Adapun terkait masalah ini, masyarakat setempat telah membuat kesepakatan, yang isinya adalah pertama, pencabutan segel di Yayasan dan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika telah terlaksana.
Kesepakatan selanjutnya adalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang mencari tanah, serta menyelesaikan PBG/IMB. Selain itu, disepakati juga untuk membangun gereja di dekat Teluknaga.
Selanjutnya adalah penyerahan dan pemasangan plang kembali dan sudah terpasang sore ini.
Kesepakatan ini pun ditandatangani dan akan diperbaiki secara musyawarah jika terjadi perubahan.
Lebih lanjut, Gugun menegaskan Indonesia berdiri di bawah fondasi Pancasila sehingga harus menjadi rumah bagi keberagaman seluruh masyarakatnya.
“Indonesia adalah negara Pancasila untuk semua. Tidak boleh ada satu pun kelompok yang merasa lebih berhak daripada yang lain dalam menjalankan keyakinannya,” kata dia menegaskan.
Kebebasan beribadah adalah hak dasar setiap warga. Negara juga berkewajiban untuk melindungi hak dasar tersebut.
“Kebebasan beribadah adalah hak semua anak bangsa. Intoleransi dan persekusi tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun,” katanya.
Gugun pun mengajak semua masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan dan hidup damai di tengah keberagaman.
“Kita harus hidup rukun dan damai. Perbedaan adalah keniscayaan yang harus kita jaga bersama, bukan menjadi sumber konflik,” ujar dia menambahkan. (iwh)
Load more