News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soroti Prinsip BoP yang Berubah, Pakar Nilai Pemerintah Perlu Hati-Hati Ambil Langkah Kebijakan Internasional

Pengamat hukum internasional, Hikmahanto Juwana menyoroti perkembangan terbaru soal Board of Peace (BoP) serta bergabungnya Indonesia dalam organisasi tersebut.
Sabtu, 4 April 2026 - 20:57 WIB
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat hukum internasional, Hikmahanto Juwana menyoroti perkembangan terbaru soal Board of Peace (BoP) serta bergabungnya Indonesia dalam organisasi tersebut.

Ia menjelaskan, mulanya BoP dibentuk sebagai mekanisme pemerintahan sementara yang mendukung stabilisasi di Gaza, Palestina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB, yang juga dihadiri pemimpin negara-negara di dunia.

Forum tersebut juga menjadi momen memperkenalkan proposal perdamaian untuk penanganan konflik di Gaza. Proposal itu lalu diadopsi menjadi Resolusi 2803 setelah dibawa ke Dewan Keamanan PBB.

“Dalam resolusi tersebut, BoP diposisikan sebagai mekanisme sementara yang fokus pada Gaza, dengan tujuan akhir menciptakan kondisi stabil sebelum penarikan pasukan Israel,” kata Hikmahanto, Sabtu (4/4/2026).

Meski demikian, seiring berjalannya waktu terdapat perbedaan signifikan konsep BoP dalam resolusi PBB dengan piagam BoP.

Perbedaan itu terdapat pada hal mendasar, pertama dari segi cakupan. BoP tidak hanya terbatas pada Gaza ataupun bersifat transisional. Ia memandang BoP justru lebih luas pada berbagai wilayah.

“Ini menjadi berbeda secara prinsip. Dari yang semula spesifik dan sementara, berubah menjadi lebih luas dan berpotensi permanen,” kata dia.

Selanjutnya, struktur organisasi BoP dinilai tidak lazim jika dibandingkan organisasi internasional lainnya. Menurutnya, posisi chairman memiliki kewenangan yang sangat besar.

Posisi chairman berwenang untuk mengambil keputusan strategis yang melampaui kepala negara anggota. Hal inilah yang dinilai Hikmahanto sebagai sesuatu yang tak lazim.

Kemudian, akademisi itu juga menyoroti kontribusi finansial bagi negara-negara anggota BoP. Ia juga memberikan perhatian terhadap ketentuan mekanisme keanggotaan yang ditentukan sepihak oleh pemimpin organisasi.

Beberapa negara yang menolak bergabung, kata Hikmahanto, berhubungan dengan pertimbangan potensi tumpang tindih dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada kekhawatiran bahwa BoP ini dapat menjadi entitas yang bersaing dengan PBB, khususnya dalam fungsi menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” tuturnya menambahkan.

Oleh karenanya, ia menilai Indonesia harus berhati-hati dalam terlibat di organisasi tersebut. Pemerintah didorong untuk melakukan kajian mendalam agar tidak salah langkah dalam hal ini. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral