Himpunan Alumni Timur Tengah Bahas Dampak Konflik AS-Iran untuk Indonesia
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Himpunan Alumni Timur Tengah membahas dampak konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah dan dinilai memiliki dampak global, termasuk Indonesia.
Himpunan Alumni Timur Tengah mengajak masyarakat Indonesia untuk tenang dalam menghadapi dampak tersebut.
Terkait hal itu, Himpunan Alumni Timur Tengah menggelar diskusi publik yang menghadirkan beberapa narasumber akademisi maupun aktivis alumni kampus Kampus Timur Tengah. Dalam diskusi tersebut, Himpunan Alumni Timur Tengah menilai kondisi dalam negeri disebut masih relatif stabil, terutama pada sektor energi dan ekonomi.
- Istimewa
Salah satu alumni, Debi Abi Yanto, mengatakan kepentingan nasional penting. Ia mengajak untuk menjaga kondusifitas, mengantisipasi media sosial, agar tidak tersulut.
Debi menyampaikan bahwa salah satu faktor penting adalah keberadaan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak dunia. Ketegangan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi harga dan pasokan energi secara global.
“Konflik di Timur Tengah itu berdampak juga ke Indonesia, apalagi Selat Hormuz merupakan jalur minyak terbesar. Tapi sampai hari ini kondisi di Indonesia masih stabil, termasuk harga BBM,” kata Debi, dalam sebuah diskusi, Rabu (1/4/2026).
Lebih lanjut Debi membandingkan situasi Indonesia dengan sejumlah negara lain seperti Filipina dan Bangladesh yang telah mengambil langkah antisipatif lebih ketat terhadap warganya di tengah eskalasi konflik global. Debi menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya menjaga perdamaian dunia, khususnya di Timur Tengah.
"Hal tersebut tidak terlepas dari prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas nasional sekaligus membuka ruang diplomasi internasional," jelasnya.
“Indonesia punya peran penting dalam mendorong perdamaian, apalagi dengan pendekatan Islam moderat yang kita miliki. Ini bisa menjadi jembatan dalam meredakan konflik,” terang Debi.
Kemudian Debi menekankan pentingnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan intelektual, dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Selain itu, Debi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah maraknya arus informasi di media digital.
Load more