DPR Setuju Pemerintah Batalkan Sekolah Daring, Belajar Tatap Muka Disebut Lebih Efektif
- dok. Biro Pers DPR
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyetujui keputusan pemerintah yang membatalkan kebijakan pembelajaran jarak jauh atau sekolah daring.
Diketahui, wacana sekolah daring merupakan bagian dari kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM) akibat perang Iran dengan Israel-Amerika Serikat.
Hetifah menyebut pembelajaran tatap muka harus menjadi prioritas karena dianggap lebih efektif bagi siswa dan guru.
“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas,” ujar Hetifah, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, pembelajaran tatap muka juga penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak bisa dilakukan secara online.
“Dengan sistem zonasi yang telah berjalan, mayoritas siswa bersekolah relatif dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan,” jelas Hetifah.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sekolah dari rumah bisa berdampak terhadap menurunnya capaian belajar.
Selain interaksi antara guru dan siswa menjadi terbatas, Hetifah menila sekolah daring juga berdampak pada kesenjangan siswa.
Sebab, setiap siswa memiliki fasilitas dan pendampingan di rumah yang berbeda-beda.
“Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter,” tuturnya. (saa/muu)
Load more