Pemerintah Andalkan Diskon Transportasi hingga Bansos untuk Jaga Daya Beli Saat Lebaran, Airlangga: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai sederet stimulus pemerintah selama Ramadan dan Lebaran 2026 mendorong peningkatan ekonomi nasional, mulai dari kebijakan diskon hingga fleksibilitas kerja.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menggelar halal bihalal di kediamannya di Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Ia menekankan bahwa momentum pasca-Ramadan bisa dimanfaatkan untuk mendorong konsumsi masyarakat.
“Kita berpuasa 30 hari dan tentunya makna kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi. Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui work from anywhere, dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan, bantuan sosial,” ujar Airlangga.
Menurutnya, peningkatan mobilitas dan belanja masyarakat diharapkan memberi dorongan signifikan terhadap kinerja ekonomi pada awal tahun. Targetnya, pertumbuhan kuartal I bisa menembus 5,5 persen.
“Dan kita berharap bahwa dengan momentum kemenangan ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 5,5 persen,” ucapnya.
Stimulus Transportasi Digelontorkan, Anggaran Tembus Rp900 Miliar
Pemerintah sebelumnya telah mengucurkan berbagai insentif untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran. Keringanan biaya perjalanan diberikan di sejumlah moda transportasi, mulai dari udara hingga darat.
Potongan harga tiket kereta api dan kapal laut mencapai sekitar 30 persen. Sementara itu, tarif pesawat dipangkas di kisaran 17–18 persen. Tak hanya itu, biaya penyeberangan juga dibebaskan untuk periode tertentu.
Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini diperkirakan melampaui Rp900 miliar, bersumber dari APBN serta dukungan di luar anggaran negara.
Bansos Diguyur ke 35 Juta Keluarga
Selain sektor transportasi, pemerintah juga memperkuat daya beli lewat penyaluran bantuan pangan. Program ini menyasar lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat.
Bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng didistribusikan selama dua bulan guna menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.
Waspada Risiko Global, Harga Minyak Jadi Sorotan
Di tengah optimisme tersebut, Airlangga tetap mengingatkan adanya potensi tekanan dari eksternal, khususnya fluktuasi harga energi global.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, dan dalam suasana ini, tentu kita berharap kita bersama-sama menghadapi gejolak krisis minyak ke depan,” tuturnya. (ant/nba)
Load more