Buat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kagum, Diaspora di AS Hibahkan Tanah 80 Hektare di Bandung untuk Penghijauan
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkesan dengan seorang wanita diaspora asal Bandung tinggal di Amerika Serikat (AS), Ci Wendy Ratnasari.
Mulanya Dedi Mulyadi menyambut Ci Wendy Ratnasari di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Kedatangan Wendy menghibahkan tanah miliknya seluas 80 hektare di Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Wendy tentu ingin mendukung program hilirisasi. Rencananya tanah di lahan kritis itu akan disulap sebagai area penghijauan dan mendukung kesejahteraan perekonomian warga sekitar.
KDM sapaan akrabnya, menyambut positif tujuan mulia dari Wendy. Sebab, perekonomian warga di kawasan itu termasuk daerah kemiskinan.
"Ibu tinggal di Amerika punya tanah hampir 80 hektare di Cimenyan, yang itu merupakan daerah kemiskinan di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat tentunya," ujar Dedi Mulyadi dikutip tvOnenews.com, Jumat (13/3/2026).
Dedi Mulyadi Transformasi Tanah 80 Hektare Jadi Lahan Kebun Kopi
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
KDM menjelaskan, lahan tersebut dikenal sebagai zona kritis. Pola tanam sayuran musiman di lahan milik Wendy potensi mengancam keseimbangan ekologi yang berakibat banjir hingga longsor di wilayah Bandung Raya.
Wendy kebetulan tinggal di AS selama 30 tahun terakhir. Tanah tersebut tentu tidak bisa diurus sendiri sehingga dikelola oleh warga sebagai tempat kegiatan menanam sayuran.
KDM menyarankan Wendy agar komoditas tanah yang sebelumnya sebagai tempat tanam sayuran musiman, kini akan disulap menjadi kebun pohon kopi.
Tanah seluas 80 hektare tersebut juga akan ditanami tanaman tegakan. Fungsinya untuk menghasilkan oksigen hingga mudah menyerap air.
"Kita bersepakat untuk merubah jenis tanaman dari sayuran menjadi kebun kopi. Kemudian penggarapnya itu, nanti juga agar mereka tidak kehilangan pendapatan. Mereka tetap mendapat alokasi pembiayaan dalam setiap bulannya," jelas KDM.
Selain untuk pemulihan lahan kritis, gebrakan dari program ini tentu mampu menjaga pendapatan atau ekonomi warga sekitar.
"Daripada jadi kuli panggul terus (digaji) Rp30 ribu, kan lebih baik menanam. Kemudian, dia mendapat upah dalam setiap hari dari panen, gitu kan bu?," terangnya.
KDM memastikan tujuan penghijauan di lahan kritis dengan baik. Wanita berdarah Sunda itu justru mendukung gagasan tersebut.
Lebih lanjut, Gubernur Jabar ini meminta gagasan sekaligus gebrakan dari Wendy untuk rencana ke depannya. Ia siap menerima untuk proses eksekusi transformasi lahan tersebut.
Wendy Ratnasari kebetulan mempunyai latar belakang yang baik terkait manajemen ekonomi di AS. Ia memiliki tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga dari program ini.
"Saya penginnya menggerakkan ekonomi mereka, supaya mereka juga bisa mandiri. Nanti kita manage hasilnya atau gimana, nanti misalnya diekspor, kita dapat hasil yang lebih karena maunya hilirisasi. Nah, dari hasil yang lebih itu, nanti bisa untuk kesejahteraan mereka," bebernya.
Bangun Rumah Sakit hingga Fasilitas Pendidikan di Tengah Hutan
Wendy menyampaikan mimpi lainnya di hadapan KDM. Ia ingin sekali membangun kawasan terintegrasi, meliputi fasilitas kesehatan, pariwisata, hingga pendidikan.
Khusus fasilitas kesehatan, Wendy mengetahui Cimenyan merupakan wilayah yang sulit mengakses layanan kesehatan. Ia tentu ingin membangun rumah sakit bernuansa menyatu dengan alam atau holistik.
"Saya ingin tanah ini hijau semua, yang dibangun sedikit saja. Ada rumah sakit yang juga bisa untuk rehabilitasi dengan teknologi maju. Jadi, kebun ini bukan hanya fungsi perkebunan, tapi juga edukasi dan kesehatan," paparnya.
KDM bahagia mendengar konsep dari Wendy. Bagi dia, pembangunan modern tidak harus berbentuk "betonisasi".
Ia membandingkan tata ruang di negara maju. Mereka sangat ketat dalam urusan menjaga jarak setiap bangunan dengan mempertahankan pelestarian pohon.
Terakhir, KDM memuji Wendy. Gebrakannya dinilai sebagai langkah nyata demi memajukan kehidupan bangsa Indonesia meski wanita berdarah Sunda itu sudah lama tinggal di AS.
KDM pun menyaksikan secara langsung proses penandatanganan dokumen penghibahan tanah seluas 80 hektare oleh Wendy Ratnasari.
"Contoh konkret diaspora yang sangat peduli terhadap kehidupan bangsanya. Tanah seluas 80 hektare dihibahkan untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga," tulis KDM dalam Instagram pribadinya, Jumat (13/3/2026).
(hap)
Load more