Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah, Kapolri Ungkap Langkah Strategis Pemerintah Indonesia
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pemerintah memiliki sejumlah langkah strategis dalam menghadapi dampak konflik di Timur Tengah.
Sigit menerangkan, konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu rangkaian aksi balasan militer.
“Serangan terhadap infrastruktur strategis di negara kawasan Timur Tengah lainnya, termasuk serangan ke kilang minyak Aramco, fasilitas penyimpanan minyak di Teheran dan Provinsi Alborz, serta pertokoan dan berbagai fasilitas publik di Beirut, Lebanon,” jelas Sigit, di Monas, Kamis (12/3/2026).
Kemudian, Sigit menuturkan, situasi tersebut berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global.
“Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional,” jelas Sigit.
Sementara itu, Sigit mengungkapkan, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.
“Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia juga berperan aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong terciptanya perdamaian antara Palestina dan Israel dengan bergabung dalam Board of Peace melalui pendekatan two-state solution, karena keterlibatan lembaga-lembaga formal seperti PBB saat ini sudah tidak lagi didengar,” ungkap Sigit.
Selain itu Sigit menyebutkan, Indonesia juga bersedia menjadi juru damai dalam mengakhiri konflik antara Iran dan Israel-Amerika dengan terus berkomunikasi dengan negara-negara kawasan Teluk, termasuk negara-negara di ASEAN dan negara Barat untuk mencari solusi atas konflik yang terjadi.
“Di sisi lain, pemerintah juga menempuh langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan sehingga dapat menjadi peluang besar bagi dunia usaha dan industri nasional untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil,” kata Sigit.
Kemudian, pemerintah juga melakukan langkah-langkah dalam rangka menjaga kestabilan harga minyak dengan memberikan bantuan subsidi.
“Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Berbagai hal yang diupayakan pemerintah tersebut tentunya harus kita dukung bersama-sama,” tutur Sigit.(ars/raa)
Load more