Kenang Jasa Sebagai Ekonom Nasional, Makam Prof. Soemitro Djojohadikusumo Didatangi Penziarah Saat Ramadan
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews com — Berziarah menjadi salah satu hal yang sering kali dilakukan saam memasuki atau saat berlangsungnya bulan suci Ramadan.
Tak hanya ke makam keluarga, makam tokoh-tokoh nasional pun kerap didatangi oleh penziarah, seperti makam ekonom nasional Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang berada di TPU Karet Bivak.
Tujuan dilakukannya hal tetsebut adalah untuk mengenang wafatnya tokoh ekonomi pada 9 Maret 2001.
Direktur Eksekutif Soemitro Studies, Abdul Hakim Syafi’i mengatakan bahwa bulan Ramadan menghadirkan suasana refleksi yang mendalam, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk mengenang tokoh-tokoh bangsa yang telah berjasa bagi Indonesia.
“Ramadan adalah momentum perenungan dan kebersamaan. Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Prof. Soemitro yang telah memberikan kontribusi besar dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Indonesia pada masa awal kemerdekaan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Di tengah keheningan pusara, para peziarah memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikir yang dikenal sebagai salah satu arsitek gagasan ekonomi nasional tersebut.
Sepanjang hidupnya, lanjut Abdul Hakim, Soemitro menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional, penguatan institusi negara, serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan bangsa.
"Pemikiran-pemikirannya tidak hanya berpengaruh dalam kebijakan negara pada masanya, tetapi juga terus menjadi rujukan dalam perkembangan ilmu ekonomi dan kebijakan publik di Indonesia," ucapnya.
Menurutnya, lebih dari dua dekade sejak kepergian Soemutro, warisan intelektualnya dinilai tetap relevan.
"Dalam berbagai forum akademik maupun diskursus kebijakan, gagasannya mengenai pentingnya fondasi ekonomi yang kuat dan berdaulat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus," lanjut Hakim.
Menurut Hakim, ziarah di bulan Ramadan ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para tokoh yang telah mencurahkan pemikiran dan pengabdian bagi bangsa.
“Mengenang tokoh bangsa seperti Prof. Soemitro bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang merawat ingatan kolektif serta meneguhkan semangat kebangsaan untuk menjaga martabat dan masa depan Indonesia,” tutupnya.
Load more