Korban Longsor Gunung Sampah Bantargebang Diduga Terus Bertambah, Truk dan Warung Hilang Terkubur Sampah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak Polda Metro Jaya mengindikasikan bahwa jumlah korban dalam musibah longsornya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, kemungkinan besar masih bertambah.
Hingga kini, petugas masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan adanya kekhawatiran mengenai warga maupun armada yang masih terperangkap di bawah material longsoran pada Minggu (8/3).
"Diduga masih terdapat korban lain yang belum ditemukan, serta beberapa truk sampah yang turut tertimbun material longsor," kata Budi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
Budi menjelaskan bahwa personel kepolisian telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani bencana yang melanda area TPST DKI Zona 4C, Kelurahan Cikiwul, Bantargebang tersebut. Peristiwa maut ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Terkait peristiwa longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Polda Metro Jaya telah melakukan penanganan di lapangan," imbuhnya.
Mengenai angka pasti jumlah korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil evakuasi dan pendataan yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta telah mengonfirmasi temuan tiga jenazah di area longsoran Desa Ciketing Udik.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, merinci bahwa identitas para korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.
"Identitas korban, yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," tutur Desiana.
Hingga saat ini, tim SAR masih bekerja keras melakukan pendataan di lapangan.
Hal ini dikarenakan tumpukan sampah yang runtuh tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga mengubur banyak warung serta truk-truk pengangkut sampah yang sedang beroperasi di lokasi.
"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," ujar Desiana. (ant/dpi)
Load more