Staf Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Selalu Dokumentasikan saat Ambil Uang Hasil Dugaan Korupsi, Dikirim ke Grup WhatsApp "Belanja RSUD"
- Muhammad Adimaja-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Staf Bupati Pekalongan Fadia Arafiq disebut-sebut selalu mengambil dokumentasi saat mengambil uang hasil dugaan korupsi.
Setelah itu, staf Bupati Pekalongan akan mengirimkannya ke grup WhatsApp.
Salah satu grup WhatsApp yang menjadi tempat mengirim dokumentasi tersebut bernama “Belanja RSUD”.
Fakta baru ini diungkap Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu usai Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka tunggal terkait kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
“Setiap pengambilan uang untuk bupati, stafnya selalu melaporkan, mendokumentasikan dan mengirimkan melalui grup WhatsApp,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (4/3/2026).
Setelah itu, kata Asep, Fadia Arafiq mengelola uang tersebut.
“Jadi mengelola uang yang masuk berapa maupun penagihan kalau ada dinas yang belum membayar,” terangnya.
Apabila ada dinas atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang belum membayar pengadaan jasa, maka Fadia Arafiq akan langsung memberikan perintah agar mereka segera bayar. (ant/nsi)
Load more