Pemerintah Tak Ucapakan Belasungkawa Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Eks Menlu Dino Patti Djalal: Kita Masih Bebas Aktif?
- Instagram @dinopattidjalal
Lebih jauh, Dino Patti Djalal mempertanyakan konsistensi prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia. Konsep tersebut mengandung makna tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun, namun tetap berperan aktif dalam upaya perdamaian global.
Menurutnya, tidak adanya pernyataan duka cita dapat memunculkan persepsi tertentu di mata publik internasional. Ia juga menduga sikap tersebut bisa berpengaruh terhadap respons Iran terhadap tawaran mediasi dari Indonesia.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi tambahan dari pemerintah terkait kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal. Sementara itu, situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus berkembang pasca-serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Berikut cuitan lengkap Dino Patti Djalal:
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat Indonesia. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun Indonesia dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta Indonesia memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah Indonesia tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat Indonesia meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi Indonesia . Mungkin mereka menyangsikan motivasi Indonesia .. something to think about
(nba)
Load more