GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Melawan, Tak Terima Disebut Merendahkan WNI Usai Pamer Paspor Inggris Anak: Saya Bayar Pajak Juga

Kalimat tersebut dinilai sebagian warganet sebagai bentuk pelecehan terhadap status Warga Negara Indonesia (WNI)
Rabu, 4 Maret 2026 - 13:40 WIB
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi yang melibatkan alumni beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, terus menarik perhatian publik. Pernyataannya mengenai status kewarganegaraan anaknya yang berubah menjadi warga negara Inggris, memicu perdebatan luas dan berujung pada respons keras dari pemerintah.

Ucapan Dwi Sasetyaningtyas, “Cukup aku saja yang WNI, anakku jangan,” menjadi pemantik polemik. Kalimat tersebut dinilai sebagian warganet sebagai bentuk pelecehan terhadap status Warga Negara Indonesia (WNI), terlebih ia diketahui sebagai penerima beasiswa LPDP yang dibiayai pajak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas itu kemudian ramai dikritik di media sosial. Sejumlah pihak menilai komentar tersebut tidak mencerminkan sikap nasionalisme, mengingat program LPDP bersumber dari anggaran negara yang berasal dari pajak dan pengelolaan dana publik.

Klarifikasi di Media Sosial

Menanggapi gelombang kritik, Dwi Sasetyaningtyas memberikan penjelasan melalui akun Threads miliknya. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bentuk kebencian terhadap Indonesia, melainkan ekspresi kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.

"Melalui post ini, izinkan saya menjawab dan meluruskan segelintir asumsi dan fitnah yang beredar:

Aku lulus kuliah di BELANDA tahun 2017

Selama 6 tahun (2017-2023) aku menetap di Indonesia untuk memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa & berkontribusi kembali untuk Indonesia -- dan masih berlangsung hingga hari ini

Pindah ke Inggris BUKAN untuk sekolah, melainkan menunaikan kewajiban sebagai Istri," tulis Dwi Sasetyaningtyas dalam postingannya.

Dwi Sasetyaningtyas juga menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak warga negara, termasuk bagi penerima beasiswa negara. Ia bahkan menegaskan bahwa dana pendidikan yang ia peroleh bukanlah pemberian cuma-cuma.

Dalam balasan di Instagram, ia menyatakan:

"Negara gak ngasih ke saya, saya bayar pajak juga. Lagian paspor WNI emang lemah karena apa ? Diplomasi pemerintah. Jadi ini kritik buat pemerintah. Sampe sini gak paham juga ?"

Selain itu, ia juga menuliskan:

"Penerima beasiswa dengan uang rakyat sudah SEHARUSNYA melontarkan kritik ke kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sebagai timbal balik/kontribusi terhadap rakyat.

Ungkapan "cukup aku saja yang WNI, anak aku jangan" adalah bentuk kekecewaan, kemarahan, kekesalan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia

Saya menolak tuduhan/asumsi/fitnah yang beredar, tapi saya sadar itu semua diluar kuasa saya.

Mohon maaf lahir batin, Selamat menunaikan ibadah puasa ya warga!"

Respons Pemerintah

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengungkapkan bahwa suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Iwantoro, yang juga penerima beasiswa LPDP untuk jenjang magister dan doktoral di Utrecht University, telah menyatakan kesediaan untuk mengembalikan dana pendidikan yang diterima.

“Dia sudah setuju mengembalikan uang yang dipakai LPDP, termasuk bunganya,” ujar Purbaya.

Ia menekankan bahwa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dibiayai dari pajak masyarakat dan instrumen pembiayaan negara, sehingga penerima beasiswa diharapkan menjaga sikap terhadap bangsa.

Purbaya juga menyampaikan peringatan tegas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nanti akan saya blacklist dia. Di seluruh pemerintahan tidak akan bisa masuk,” katanya.

"Jadi jangan menghina negara anda sendiri. Gak apa-apa gak patriotis gak apa-apa, tapi jangan menghina negara deh yah," sambung Purbaya.(nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Usai Dikritik 'Membosankan', Charles Oliveira Bongkar Strategi Kemenangannya di UFC 326

Menuai kritik karena gaya bertarungnya yang mengandalkan gulat, Charles Oliveira akhirnya mengungkap strategi sabar yang membuatnya mengalahkan Max Holloway.
DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

DPR: Telegram Siaga TNI Bukan untuk Sipil, Masyarakat Tak Perlu Cemas

Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang berisi
Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Sentilan Pedas Conor McGregor ke Charles Oliveira usai Rebut Sabuk BMF: Dia Tidak Pantas

Conor McGregor melontarkan kritik pedas kepada Charles Oliveira usai pertarungan perebutan sabuk BMF di UFC 326, menyebut gaya bertarungnya “sangat buruk”.
Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Hormati Keputusan PN Jakpus soal Vonis Bebas Delpedro Cs, Polda Metro Jaya: Seluruh Proses Dijalankan Sesuai Prosedur

Polda Metro Jaya menghormati keputusan majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang membebaskan Delpedro Marhaen dan tiga terdakwa lain dalam perkara
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Alumni FKT UGM 96 Gelar Bazar Ramadhan di Jantung Tahura Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Momen peringatan Hari Jadi ke-271 DIY serta Hari Bakti Rimbawan ke-43, Alumni Angkatan 1996 Fakultas Kehutanan UGM menggelar "Bazaar Ramadhan Alas Bunder 2026"

Trending

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Makin Depresi Ditinggal Megawati Hangestri? Pelatih Red Sparks Ungkap Kekecewaan Berat pada Sosok Ini

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks mengalami penurunan performa di V-League 2025/2026. Kondisi tersebut membuat pelatih Ko Hee-jin mengkritik.
Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Penuh Haru, Ayah Vidi Aldiano Sebut Doanya Dikabulkan Tuhan Saat Melepas Kepergian Sang Anak

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap doa yang dikabulkan Tuhan saat melepas kepergian sang anak. Pesannya menyentuh hati banyak orang.
Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Mau Mudik Lebaran Pakai Mobil Listrik? Sebelum Berangkat Perhatikan Tips Berikut Agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Apakah Anda berencana untuk menggunakan mobil listrik saat mudik? Sebelum berangkat, persiapkan tips berikut ini agar perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Jelang Big Match Liga Champions, Luca Toni Beri Alarm untuk Bayern Munich

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, mengingatkan Bayern Munich agar tidak meremehkan Atalanta jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Wujud Kepedulian Sosial di Momen Ramadan, Denpom IV/2 Yogyakarta Gandeng Komunitas Jip Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan

Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta untuk menebar kepedulian kepada sesama dengan mengadakan bakti sosial
Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Usai Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasusnya soal Toraja, Pandji Berharap Restorative Justice

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya yang diduga menghina suku Toraja dapat diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Diketahui, hari ini Pandji
KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

KPK Periksa Eks Menhub Budi Karya, Dalami Pengadaan di DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi jalur kereta api di DJKA
Selengkapnya

Viral