Serangan Militer AS-Israel Renggut Nyawa Rakyat Sipil Iran, PP Perisai Syarikat Islam: Sebuah Kejahatan Luar Biasa
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Jakarta, tvOnenews.com - Konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat menuai reaksi keras di tanah air.
Pengurus Pusat (PP) Perisai Syarikat Islam mengecam keras aksi militer AS-Israel sebagai tindakan ilegal yang melangkahi hukum internasional.
Hal itu disamaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PP Perisai Syarikat Islam, Muhammad Nur, saat memberikan pernyataan kepada awak media, pada Selasa (3/3/3036).
Ia menyebut serangan yang dilancarkan oleh Amerika dan Israel terhadap Iran adalah bentuk kejahatan luar biasa.

- Istimewa
"Serangan yang di lakukan oleh Amerika dan Israel terhadap Iran adalah kejahatan internasionl yang tidak bisa dibenarkan,” tegas Muhammad Nur.
"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan kebijakan dan operasi militer yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Israel, yang dipimpin oleh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, terhadap Republik Islam Iran serta rakyatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan dampak mengerikan dari serangan besar tersebut.
Menurutnya, aksi militer itu tidak hanya menyasar instalasi penting, tetapi juga telah merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei hingga rakyat sipil yang tidak berdosa.

- Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
“Serangan besar terhadap Iran, termasuk serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi lainnya, bukan saja itu masyarakat sipil dan anak-anak pun ikut menjadi korban dari serangan tersebut,” tambah Nur.
Pihak PP Perisai Syarikat Islam juga menyoroti waktu serangan yang dinilai sangat tidak menghormati kesucian bulan Ramadhan bagi umat Muslim sedunia.
Aksi ini dianggap sangat provokatif dan berpotensi merusak stabilitas keamanan regional secara total.
“Serangan ini juga Dilakukan pada saat umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, yang kami anggap tidak menghormati nilai-nilai agama dan rasa hormat terhadap umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Iran. Berpotensi memperburuk stabilitas regional, memicu sikap balasan keras dari pihak lain, dan menimbulkan duka serta penderitaan bagi warga sipil,” jelasnya. (muu)
Load more