Rekayasa Lalin Mudik Sudah Disiapkan, One Way hingga Contraflow akan Diterapkan selama Lebaran 2025
- Humas Polri
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah ini disiapkan guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Idul Fitri.
Menurut Kapolri, pola rekayasa lalin terbukti efektif dalam mengurai potensi kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan setiap musim mudik.
Karena itu, strategi tersebut kembali disiapkan dengan mengacu pada pengalaman sebelumnya.
"Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," kata Jenderal Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas terkait kesiapan operasi ketupatan di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Adapun skema yang akan diterapkan meliputi sistem one way, contraflow, pengaturan kapasitas dan durasi di rest area, serta pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tingkat kepadatan kendaraan.
"Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," ujarnya.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Kapolri juga menyoroti dampak ekonomi dari pergerakan mudik. Pada tahun sebelumnya, arus mudik dan balik memicu perputaran uang dari pusat ke daerah sekitar Rp137 triliun. Tahun ini, diharapkan nilai tersebut meningkat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.
"Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,'" tutup Sigit. (rpi)
Load more