News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jusuf Kalla Pertanyakan Peran RI: Tak Setara dengan AS, Bagaimana Indonesia Jadi Mediator Iran?

Jusuf Kalla menilai Indonesia tak setara dengan AS, sehingga sulit menjadi mediator konflik Amerika Serikat dan Iran meski niat Prabowo dinilai baik.
Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai mediator konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. JK secara terbuka mempertanyakan posisi tawar Indonesia yang dinilainya tidak setara dengan Amerika Serikat, sehingga peran sebagai penengah konflik global dianggap sangat sulit dijalankan.

Pernyataan tersebut disampaikan JK di Jakarta, Minggu, menyusul eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Menurut JK, ketimpangan posisi Indonesia dengan Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menghambat upaya mediasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Indonesia Tidak Setara dengan Amerika” tegas Jusuf Kalla.

JK secara lugas menyinggung kondisi hubungan Indonesia–Amerika Serikat, terutama setelah adanya perjanjian dagang resiprokal yang dinilainya merugikan Indonesia. Dari titik itulah, ia menilai posisi Indonesia tidak berada pada level yang sejajar dengan AS.

“Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, dan sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini?” ujar JK.

Menurutnya, dalam diplomasi konflik berskala besar, kesetaraan posisi menjadi syarat penting bagi seorang mediator. Negara penengah idealnya memiliki daya tawar politik, ekonomi, maupun militer yang diakui oleh pihak-pihak yang berkonflik.

Niat Baik, Tantangan Jauh Lebih Besar

Meski menyampaikan kritik, JK menegaskan bahwa rencana Prabowo untuk terlibat dalam upaya perdamaian bukanlah langkah keliru. Namun, ia menilai kompleksitas konflik AS–Israel–Iran berada di level yang jauh melampaui kemampuan diplomasi Indonesia saat ini.

“Rencana itu baik saja, tetapi ini situasi yang jauh lebih-lebih besar masalahnya,” kata JK.

Ia menambahkan, sejarah konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa bahkan konflik yang lebih lama dan lebih sempit saja sulit diselesaikan, apalagi konflik yang melibatkan kekuatan global seperti Amerika Serikat.

Dunia Ditentukan oleh Sikap Amerika

JK kemudian menyinggung konflik Israel–Palestina yang hingga kini belum menemukan titik damai. Ia menilai kegagalan perdamaian tersebut tidak lepas dari dominasi sikap Amerika Serikat dalam politik global.

“Israel dengan Palestina saja tidak bisa, sulit didamaikan, karena dunia ini sangat ditentukan oleh sikap Amerika,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan pandangan JK bahwa Amerika Serikat bukan sekadar pihak yang terlibat, tetapi juga aktor penentu dalam hampir seluruh konflik besar di Timur Tengah. Dalam kondisi seperti itu, ruang gerak negara seperti Indonesia menjadi sangat terbatas.

Eskalasi Konflik AS–Israel dan Iran

Konflik terbaru pecah setelah Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut kemudian diikuti oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di wilayah Iran.

Salah satu serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan melibatkan tujuh roket yang menghantam Teheran, termasuk area yang tidak jauh dari kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah target lain di kawasan Teluk, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Situasi ini meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

Indonesia Tetap Buka Opsi Diplomasi

Di tengah eskalasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog. Pemerintah menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Namun, pernyataan JK menjadi penyeimbang wacana. Ia mengingatkan bahwa niat baik saja tidak cukup jika tidak didukung oleh posisi strategis yang kuat di mata para pihak yang bertikai.

Faktor Duka Nasional di Iran

Situasi Iran sendiri tengah berada dalam kondisi sensitif. Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Iran pun menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama satu pekan.

Kondisi internal ini semakin memperumit upaya dialog, karena transisi politik dan emosional di dalam negeri Iran dapat memengaruhi keputusan strategis mereka di tengah konflik.

Realisme Politik ala Jusuf Kalla

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pandangan JK mencerminkan pendekatan realisme politik: perdamaian tidak hanya ditentukan oleh niat, tetapi oleh kekuatan dan kesetaraan. Dalam konteks konflik AS–Israel–Iran, ia menilai Indonesia belum berada pada posisi yang cukup kuat untuk memainkan peran penentu.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik halus agar Indonesia berhitung matang sebelum melangkah lebih jauh di panggung diplomasi global. Bagi JK, menjadi mediator konflik raksasa dunia bukan sekadar soal keberanian, tetapi juga soal kapasitas dan posisi tawar yang nyata. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Tutup Lokasi Tambang, Bupati Bogor Sampai Mohon-mohon ke Gubernur Jawa Barat: Pak Tolong!

KDM Tutup Lokasi Tambang, Bupati Bogor Sampai Mohon-mohon ke Gubernur Jawa Barat: Pak Tolong!

Ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpia, dan Parungpanjang akhirnya menggeruduk Kantor Bupati Bogor, di Cibinong, Senin (3/5/2026) menuntut Dedi Mulyadi..
Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor geruduk Kantor Pemkab Bogor, menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait kompensasi pasca penutupan tambang.
Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120

Profil dan Rekam Jejak Siwa, Kandidat Kuat Bos Baru The Fed yang Dekat dengan Trump Artikel ini sudah tayang 120
Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Baru Semusim di Inggris, Gelandang Berdarah Indonesia Rp1 Triliun Jadi Incaran Raksasa Italia

Nasib Tijjani Reijnders di Man City mulai jadi tanda tanya besar. Baru semusim merumput di Liga Inggris, gelandang berdarah Indonesia itu kini diincar Juventus.
Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Ada Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek Selama Sepekan ke Depan, Ini Titiknya

Para pengguna tol Jakarta-Cikampek (Japek) diimbau untuk memperhatikan adanya pengerjaan rekonstruksi perkerasan jalan yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. 
Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Pelatih Belanda Prediksi Juara Super League 2025-2026: Persib atau Borneo Sama Saja Tapi Persija yang Tentukan

Jean Paul van Gastel gagal mencuri poin bagi PSIM Yogyakarta setelah kalah 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin (4/5/2026). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral