Jadi Ancaman Serius, BGN Diminta Perketat Standar Ketersediaan Air Bersih dan Sehat
- Antara
Abdul Rivai mengaku pihaknya mendorong agar pemerintah pusat dan daerah mulai memasukkan audit sumber dan kualitas air sebagai bagian dari proses verifikasi dan evaluasi SPPG.
Ia juga menilai bahwa penguatan aspek air bersih akan berdampak langsung pada efektivitas kebijakan pengelolaan limbah dapur.
“Perlu ada pemeriksaan rutin kualitas air, baik dari sumber air tanah, jaringan PDAM, maupun sumber alternatif lain yang digunakan dapur MBG. Tanpa data kualitas air, pengendalian mutu pangan tidak akan pernah utuh,” kata Abdul Rivai.
“Pengelolaan limbah yang baik membutuhkan air bersih yang memadai. Jika air terbatas atau kualitasnya buruk, maka proses pencucian peralatan, pengolahan sisa bahan, dan sanitasi lingkungan dapur tidak akan optimal,” sambungnya.
Di sisi lain, Abdul Rivai mengaku pihaknya siap berkolaborasi dengan BGN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk menyusun pedoman teknis ketersediaan air bersih termasuk standar minimal, sistem penyimpanan, dan pengolahannya bagi dapur MBG.
“Kami ingin mendorong agar isu air bersih tidak lagi menjadi blind spot dalam kebijakan MBG. Dari perspektif keamanan pangan dan ketahanan air, air bersih adalah fondasi yang menentukan keberhasilan program ini,” pungkasnya.(raa)
Load more