News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenkum Sebut Dwi Sasetyaningtyas Langgar Perlindungan Anak karena Alihkan Kewarganegaraan Anaknya

Ditjen AHU Kemenkum menilai bahwa alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas berpotensi untuk melanggar hak anak karena mengalihkan anaknya menjadi warga negara Inggris.
Minggu, 1 Maret 2026 - 15:13 WIB
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Direktorat Jenderal Adiminstrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) menilai bahwa alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas bisa melanggar hak anak.

Hal ini terkait keputusan Tyas, sapaan akrabnya, yang mengalihkan kewarganegaraan anaknya menjadi warga negara Inggris. Diketahui, Tyas dan suaminya adalah WNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirjen AHU, Widodo menjelaskan, saat ini anak Tyas yang menjadi WN Inggris itu masih sangat kecil. Menurutnya, jika kedua orang tuanya adalah WNI maka anaknya tidak bisa serta merta menjadi WNA.

Sementara pada kenyataannya, anak tersebut dibuatkan kewarganegaran Inggris. Menurut Widodo, hal ini bisa berpotensi melanggar peraturan soal hak anak.

"Ini tentu melanggar hak perlindungan anak kepada orang tuanya," kata Widodo, dikutip Minggu (1/3/2026).

Widodo menjelaskan, Indonesia menganut asas ius sanguinis yang berarti kewarganegaran berdasarkan keturunan.

Sementara Inggris, lanjut Widodo, bukanlah negara yang menganut ius soli atau warga negara berdasarkan tempat kelahiran.

Jika anak alumni LPDP itu lahir di luar negeri, tidak kemudian anaknya secara otomatis menjadi warga negara tempat kelahirannya.

Adapun nama Dwi Sasetyaningtyas viral lantaran ia memamerkan anaknya kini sudah menjadi WN Inggris sekaligus memiliki paspor yang kuat.

Melalui video yang dibuatnya di media sosial, perempuan lulusan ITB itu mengatakan bahwa cukup dirinya yang WNI, jangan sampai anaknya juga.

Hal ini membuat geram netizen lantaran terkesan mengolok-olok negara tempat kelahirannya sendiri.

Sementara Tyas dan suaminya Arya Irwantoro adalah alumni LPDP yang bisa bersekolah ke Eropa berkat uang pajak dari rakyat.

Pernyataan dari alumni LPDP itu dinilai telah melukai hati masyarakat Indonesia, khususnya karena mereka berhasil sekolah di luar negeri dengan dibiayai negara.

Sementara itu, gara-gara masalah ini pihak Tyas dan suaminya sudah diminta mengembalikan uang biaya LPDP sekaligus bunganya.

Keduanya pun sudah setuju untuk mengembalikan uang tersebut kepada pihak LPDP setelah bertemu langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto.

Sudarto juga mengingatkan supaya para alumni LPDP tetap menjaga etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan sehingga tidak terjadi hal seperti yang tengah viral ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekali lagi, Anda semuanya bisa berpendidikan tinggi, S2, S3, ataupun fellowship, ataupun kegiatan lainnya di semua kegiatan di LPDP, itu dari uang rakyat," kata dia menegaskan.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa para alumni LPDP diharapkan bisa memberikan kontribusi yang berdampak untuk Indonesia. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral