News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lima Tuntutan Utama BEM UI untuk Polri dalam Aksi di Depan Mabes

Inilah lima tuntutan utama yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang berunjuk rasa #AparatKeparat di depan Mabes Polri.
Minggu, 1 Maret 2026 - 05:28 WIB
Mahasiswa sesalkan sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tak menemuinya saat aksi demo yang dilakukan di depan Mabes Polri, Jumat (27/2/2026).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah lima tuntutan utama yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang berunjuk rasa #AparatKeparat di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (27/2/2026).

Unjuk rasa ini digelar BEM UI sebagai bentuk protes terhadap dugaan kekerasan aparat, termasuk kasus penganiayaan yang menewaskan pelajar berinisial AT (14) di Tual, Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unjuk rasa tersebut orator aksi menggaungkan agar Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya.

"Turunkan Listyo, turunkan Listyo," teriak orator yang diikuti massa aksi.

Tak hanya itu, massa BEM UI dan mahasiswa universitas lainnya juga menyampaikan lima tuntutan penting.

Kawal Aksi Mahasiswa Tuntut Turunkan Kapolri, Personel Polri Kenakan Peci dan Jilbab
Kawal Aksi Mahasiswa Tuntut Turunkan Kapolri, Personel Polri Kenakan Peci dan Jilbab
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Inilah lima tuntutan utama BEM UI dalam aksi unjuk rasa tersebut:

1. Tuntutan Pertama: Hukuman Berat bagi Pelaku

Dalam tuntutan pertama, mahasiswa mendesak agar aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman pidana seberat-beratnya kepada anggota polisi yang diduga terlibat dalam kematian AT.

Mereka juga menuntut penindakan terhadap aparat lain yang dianggap melakukan tindakan represif dalam penanganan kasus tersebut.

Menurut BEM UI, penegakan hukum yang tegas menjadi tolok ukur komitmen Polri terhadap keadilan dan perlindungan hak asasi manusia, khususnya bagi warga sipil dan anak di bawah umur.

2. Tuntutan Kedua: Desakan Copot Kapolri dan Kapolda Maluku

Poin tuntutan kedua menjadi sorotan utama dalam aksi ini. Massa mahasiswa secara terbuka menuntut pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto. 

Desakan ini didasari penilaian bahwa pimpinan tertinggi Polri dinilai gagal melakukan pengawasan dan pembenahan internal.

Mahasiswa menilai, kasus kematian AT bukan insiden tunggal, melainkan cerminan persoalan struktural dalam tubuh Polri yang membutuhkan pertanggungjawaban hingga level pimpinan.

3. Tuntutan Ketiga: Bebaskan Tahanan Politik

Selain isu kepolisian, massa aksi juga mengangkat agenda yang lebih luas. Dalam tuntutan ketiga, BEM UI mendesak pembebasan seluruh tahanan politik yang dinilai mengalami kriminalisasi dalam proses hukum.

Mahasiswa berpendapat bahwa aparat penegak hukum kerap digunakan sebagai alat kekuasaan untuk membungkam kritik dan perbedaan pendapat, sehingga bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kebebasan sipil.

4. Tuntutan Keempat: Tarik Polri dari Jabatan

Tuntutan keempat menyoroti peran Polri di luar fungsi utamanya. Massa menuntut penegasan batas kewenangan Polri serta penarikan aparat kepolisian dari jabatan-jabatan sipil.

Menurut mahasiswa, keterlibatan Polri dalam jabatan sipil berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, memperlemah prinsip supremasi sipil, serta menjauhkan Polri dari tugas pokoknya sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat.

5. Tuntutan Kelima: Reformasi Polri Harus Nyata

Puncak tuntutan aksi ini adalah dorongan agar Reformasi Polri benar-benar diwujudkan secara konkret. 

BEM UI menuntut hasil nyata reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental, dengan melibatkan Komisi Percepatan Reformasi Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mahasiswa menilai, wacana reformasi Polri selama ini lebih banyak bersifat normatif dan seremonial, tanpa perubahan signifikan di lapangan. 

Karena itu, mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen, pengawasan, budaya kekerasan, hingga mekanisme akuntabilitas internal. (aha/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral