News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mensesneg Tegas: Istana Tak Tahu Siapa Peneror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto

Mensesneg Prasetyo Hadi tegaskan Istana tidak tahu siapa peneror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto usai soroti kasus anak di NTT.
Selasa, 24 Februari 2026 - 12:17 WIB
Mensesneg, Prasetyo Hadi
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pihak Istana tidak mengetahui siapa pelaku yang meneror Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, beserta ibunya.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026), merespons pengakuan Tiyo yang mengaku mendapat berbagai bentuk intimidasi usai menyuarakan kasus anak sekolah dasar bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau teror kita enggak tahu siapa yang meneror ya,” ujar Prasetyo.

Penegasan tersebut menjadi sorotan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kebebasan berpendapat dan keamanan aktivis mahasiswa.

Teror Usai Soroti Kasus Anak di NTT

Sebelumnya, Tiyo Ardianto mengaku mengalami serangkaian teror pada 9–11 Februari 2026. Ia menyebut mendapat ancaman penculikan melalui pesan dari nomor tak dikenal.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” kata Tiyo.

Tak hanya itu, ia juga mengaku mengalami penguntitan oleh dua orang tak dikenal saat berada di sebuah kedai pada Rabu (11/2/2026). Menurutnya, dua pria tersebut bertubuh tegap dan masih relatif muda.

“Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda,” ujar Tiyo.

Ketika mencoba mengejar, kedua orang tersebut disebut menghilang.

Tiyo menyatakan teror yang dialaminya terjadi setelah ia dan BEM UGM menyuarakan kritik keras terhadap tragedi anak 10 tahun di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10.000.

Istana: Kritik Boleh, Tapi Jaga Etika

Sebagai alumnus UGM dan mantan aktivis BEM, Prasetyo menyampaikan bahwa menyampaikan kritik atau masukan adalah hal yang sah dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.

“Kita mengimbau kepada semuanya ya, untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab juga, kemudian juga mengedepankan etika, adab, adab-adab ketimuran,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa kritik tidak menjadi persoalan, tetapi cara penyampaiannya harus dijaga agar tidak menggunakan kata-kata yang dinilai kurang pantas.

“Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapapun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” imbuhnya.

Meski demikian, Prasetyo kembali menegaskan bahwa Istana tidak mengetahui identitas pihak yang melakukan teror terhadap Tiyo maupun ibunya.

Surati UNICEF, Soroti “Kegagalan Sistemik”

Kasus ini bermula ketika Tiyo bersama BEM UGM mengirim surat resmi kepada UNICEF untuk menyoroti tragedi anak di NTT tersebut.

Dalam suratnya, Tiyo menuliskan kalimat dalam bahasa Inggris: “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”

Ia menyebut peristiwa itu sebagai “systemic failure” atau kegagalan sistemik, serta mendesak peningkatan perlindungan anak dan penguatan anggaran pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Langkah BEM UGM menyurati lembaga internasional tersebut menuai beragam respons di ruang publik, termasuk dukungan atas keberanian menyuarakan isu sosial, hingga kritik terhadap cara penyampaiannya.

Sorotan pada Keamanan Aktivis Mahasiswa

Pernyataan Mensesneg yang menegaskan Istana tidak mengetahui pelaku teror menjadi titik penting dalam perkembangan kasus ini. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang diduga melakukan intimidasi tersebut.

Kasus ini sekaligus memunculkan kembali diskusi soal keamanan aktivis mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan atau isu publik.

Di satu sisi, pemerintah menegaskan kebebasan berpendapat dijamin. Di sisi lain, muncul laporan intimidasi yang belum terungkap pelakunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Publik kini menanti langkah lanjutan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan teror tersebut, sekaligus memastikan bahwa ruang demokrasi tetap aman bagi siapa pun yang menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Istana melalui Mensesneg menegaskan satu hal: tidak ada informasi mengenai siapa sosok peneror Ketua BEM UGM dan keluarganya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral