Dulu Sebut Prabowo Bodoh hingga Berani Tantang Debat, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kini Minta Maaf: kalau Presiden Mau Mendengar
- Instagram @bem.ugm
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto setelah menggunakan kata "bodoh" dalam kritikannya. Ia juga mengajak kepala negara berdialog di hadapan mahasiswa setelah sebelumnya mengaku mengalami intimidasi menyusul kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Tiyo Ardianto menyatakan dirinya menerima ancaman, termasuk dugaan intimidasi yang juga menyasar keluarganya. Sejumlah laporan media, termasuk pemberitaan Kompas.com (19/2), menyebutkan adanya tekanan digital berupa pesan bernada ancaman dan serangan reputasi yang ditujukan kepadanya.
Tantang Debat
Dalam perbincangan di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up serta sejumlah forum diskusi lain, Tiyo Ardianto menyampaikan bahwa kritiknya merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa.
Tiyo Ardianto menilai Prabowo terlalu mengandalkan laporan internal tanpa memberi ruang bagi publik kampus untuk menguji kebenaran data tersebut.
Ia menolak opsi pertemuan tertutup dan justru mengusulkan dialog terbuka di kampus UGM.
“Kalau Pak Presiden mau mendengar suara kami, silakan datang ke UGM. Kita siapkan medan terbuka untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Silakan sampaikan apa pun yang Bapak percaya tentang data Bapak, maka mahasiswa akan mendebat itu,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi hanya dapat terwujud apabila diskusi dilakukan di ruang publik yang memungkinkan adu argumentasi secara langsung.
Pertanyakan Pernyataan Indonesia dalam Kondisi Baik
Tiyo Ardianto juga mempertanyakan klaim bahwa kondisi nasional berada dalam keadaan baik. Ia berpandangan bahwa situasi sosial tidak cukup diwakili angka-angka administratif, melainkan harus diverifikasi melalui realitas di lapangan.
“Maka sesungguhnya, Bapak mau sampai kapan Bapak dibohongi oleh orang-orang Bapak?,” katanya.
Ia menilai penting bagi presiden memastikan sendiri kondisi masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada lingkar kekuasaan.
Minta Maaf
Pernyataan Tiyo sebelumnya sempat menuai kontroversi setelah ia menggunakan kata "bodoh" kepada Prabowo. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas dampak diksi tersebut.
“Presiden kita itu, kalau bahasa saya, bodoh. Mungkin ada beberapa yang tidak nyaman dengan bahasa ini, dan iya, saya minta maaf atas ketidaknyamanan itu,” ucapnya.
Load more