GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singapura Longgarkan Pembatasan Nipah Mulai 23 Februari, Tetap Waspada Meski Nol Kasus

Singapura longgarkan pembatasan virus Nipah mulai 23 Februari setelah nol kasus terdeteksi, namun pengawasan kesehatan dan kewaspadaan tetap diperketat.
Senin, 23 Februari 2026 - 15:26 WIB
Ilustrasi Virus
Sumber :
  • Freepik/rorozoa

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Singapura mulai melonggarkan sejumlah langkah kesehatan masyarakat terkait virus Nipah secara bertahap sejak 23 Februari 2026. Kebijakan ini diambil setelah otoritas memastikan tidak ada kasus yang terkait dengan wabah di kawasan Asia Selatan terdeteksi di negara tersebut hingga 20 Februari.

Dalam pernyataan resminya, Communicable Diseases Agency (CDA) menyampaikan bahwa pemeriksaan suhu tubuh di bandara dan pelabuhan laut bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak akan dihentikan. Selain itu, penyampaian imbauan kesehatan khusus terkait virus Nipah di titik masuk negara juga tidak lagi dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah-langkah tersebut sebelumnya diberlakukan pada Januari 2026 sebagai respons terhadap munculnya kasus virus Nipah di West Bengal, India. Sejumlah negara Asia kala itu meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran penyakit yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi tersebut.

Situasi Wabah Dinilai Stabil

CDA menyatakan bahwa situasi infeksi virus Nipah di India kini telah stabil tanpa laporan kasus baru. Selain itu, tidak ditemukan indikasi penularan antarmanusia dalam laporan terbaru dari Bangladesh.

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) melaporkan seorang perempuan meninggal dunia di Bangladesh bagian utara pada Januari setelah terinfeksi virus Nipah. Laporan tersebut sempat meningkatkan kewaspadaan global karena karakter virus yang dapat menimbulkan gejala berat dalam waktu singkat.

Meski pelonggaran dilakukan, otoritas kesehatan Singapura menegaskan bahwa pengawasan dasar tetap dijalankan. Virus Nipah masih akan dicantumkan dalam deklarasi kesehatan kedatangan (SG Arrival Health Declaration) serta Maritime Declaration of Health untuk memastikan deteksi dini terhadap potensi kasus impor.

Pengawasan Medis Tetap Diperketat

CDA menekankan bahwa tenaga medis di Singapura diminta tetap waspada terhadap pasien dengan gejala yang sesuai, terutama jika memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terdampak.

“Dokter dan laboratorium wajib segera melaporkan semua kasus suspek maupun terkonfirmasi virus Nipah,” demikian penegasan lembaga tersebut.

Langkah pengawasan juga masih diterapkan di pusat pemeriksaan kesehatan bagi pekerja migran yang baru tiba. Para pekerja diimbau menjaga kebersihan, menerapkan langkah pencegahan, dan segera mencari pengobatan jika merasa tidak sehat.

Kebijakan ini menunjukkan pendekatan hati-hati: pelonggaran dilakukan untuk mengembalikan aktivitas ke kondisi normal, namun kesiapsiagaan tetap dijaga guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus.

Virus Nipah: Langka, tetapi Sangat Mematikan

Virus Nipah tergolong penyakit zoonosis, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Inang alaminya adalah kelelawar buah, yang dapat menularkan virus melalui kontak langsung, cairan tubuh, atau makanan yang terkontaminasi.

Penularan juga dapat terjadi antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita atau paparan cairan tubuh yang terinfeksi.

Gejala awal infeksi biasanya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak

  • Muntah dan kelelahan

  • Gangguan pernapasan

  • Sakit kepala berat

Pada kasus yang lebih parah, pasien dapat mengalami kejang, peradangan otak (ensefalitis), hingga koma. Tingkat fatalitas virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 persen hingga 75 persen, menjadikannya salah satu penyakit menular paling mematikan meski penyebarannya relatif terbatas.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan spesifik untuk virus Nipah. Penanganan medis masih berfokus pada perawatan suportif untuk mengurangi gejala dan meningkatkan peluang keselamatan pasien.

Strategi Singapura: Normalisasi dengan Kesiapsiagaan

Keputusan Singapura untuk melonggarkan pembatasan mencerminkan strategi transisi dari respons darurat menuju pengawasan jangka panjang. Negara tersebut menilai risiko kesehatan masyarakat saat ini berada pada tingkat terkendali, namun tetap membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan bila situasi global berubah.

CDA menyatakan akan terus memantau perkembangan epidemiologi virus Nipah secara internasional dan siap memperketat kembali langkah pengendalian apabila muncul ancaman baru.

Pendekatan ini sejalan dengan pola respons kesehatan modern yang menekankan fleksibilitas kebijakan berbasis data, tanpa mengabaikan kesiapsiagaan sistem kesehatan.

Imbauan Tetap Berlaku bagi Pelaku Perjalanan

Meski pembatasan dilonggarkan, masyarakat tetap diingatkan untuk:

  • Menjaga kebersihan tangan secara rutin

  • Menghindari kontak dengan hewan liar, terutama kelelawar

  • Tidak mengonsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi

  • Segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah bepergian

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Otoritas menegaskan bahwa kewaspadaan individu tetap menjadi lapisan pertahanan pertama dalam mencegah penyebaran penyakit menular lintas negara.

Dengan tidak ditemukannya kasus di dalam negeri, Singapura kini berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan kesehatan dan kelancaran mobilitas internasional—dua aspek penting dalam mempertahankan stabilitas sebagai pusat perjalanan dan bisnis kawasan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi Amankan Sejoli Pengemudi Calya Hitam yang Lawan Arus hingga Tabrak Sejumlah Kendaraan di Sawah Besar

Polisi amankan pengemudi dan penumpang mobil Calya hitam usai lawan arah menabrak sejumlah kendaraan hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar
Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Media Belanda Sebut Patrick Kluivert Cocok dengan Ciri-ciri Calon Pelatih Timnas Belanda

Nama Patrick Kluivert kembali mencuat ke publik. Setelah tak lagi menukangi Timnas Indonesia, mantan striker Belanda itu dirumorkan masuk radar calon pelatih ..
Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Puluhan Ribu BPJS Kesehatan Warga Masih Nonaktif, DPR Desak BPJS Percepat Proses Reaktivasi PBI

Komisi IX DPR RI menyoroti lambannya reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), terkhusus di Jambi.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.
Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Atalanta mengusung misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua babak play-off Liga Champions. La Dea harus membalikkan defisit dua gol setelah tumbang 0-2 di Signal Iduna Park.

Trending

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik Menegangkan Calya Hitam Lawan Arah di Jakpus Diamuk Massa, Tembakan Peringatan Polisi Tak Dihiraukan

Detik-detik menegangkan pengemudi mobil Toyota Calya berwarna hitam nyaris diamuk massa di kawasan Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Komite Protes Klausul di Perjanjian RI-AS, Ada Ancaman Serius untuk Ekosistem Pers Nasional

Klausul yang menjadi sorotan serius KTP2JB dan insan pers nasional termuat dalam Lampiran III halaman 39 Pasal 3.3 tentang Persyaratan bagi Penyedia Layanan Digital.
Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Rekor Buruk Lawan Dortmund, Atalanta Butuh Keajaiban di Liga Champions!

Atalanta mengusung misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua babak play-off Liga Champions. La Dea harus membalikkan defisit dua gol setelah tumbang 0-2 di Signal Iduna Park.
Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Program MBG Dipotong dari Anggaran Pendidikan, PDIP: Masih Banyak Sekolah Sangat Tidak Layak

Ketua DPP PDIP M.Y. Esti Wijayati menyoroti kebijakan pemerintah yang memakai anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Deretan pemain keturunan Eropa siap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Generasi emas ini diyakini bisa membawa Garuda ke Asia dan Piala Dunia..
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Sentul: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Hingga Yolla Yuliana Sebelum Babak Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Sentul, di mana Megawati Hangestri dan hingga Yolla Yuliana akan menjalani laga terakhirnya di babak reguler sebelum tampil di babak final four.
Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan dugaan komentar pedas Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol Sony Sonjaya terhadap Ketua BEM UGM
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT