Sebut Alumni LPDP yang Bilang "Cukup Aku yang WNI, Anak-anakku Jangan" akan Menyesal, Purbaya: 20 Tahun Lagi Ekonomi Kita akan Bagus Banget
- tvonenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut alumni LPDP yang viral karena bilang “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan” akan menyesal karena anaknya menjadi WNA.
Viralnya video tersebut tampaknya sampai terdengar di telinga Purbaya.
Adapun video itu diunggah oleh Dwi Sasetyaningtyas di Instagram-nya @sasetyaningtyas. Untuk diketahui, Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP.
Dalam video yang diunggahnya, dia memperlihatkan surat yang didapatnya dari Home Office Inggris soal kewarganegaraan bagi anaknya.
Dia pun mengatakan bahwa anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris. Dia juga turut memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.
"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," ujarnya.
"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi warga negara Inggris. I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," sambungnya.
Dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Februari 2026, Purbaya sempat membahas hal tersebut yang menjadi sorotan saat ini.
Dia memastikan perekonomian Indonesia akan semakin membaik ke depannya.
Menurut Purbaya, hal ini harus menjadi perhatian bagi sebagian WNI yang cenderung pesimis dengan kondisi perekonomian nasional bahkan bagi yang merasa tidak bangga dan enggan menjadi WNI.
"Termasuk yang kemarin tuh yang dia bilang anaknya jangan jadi WNI," ucap Purbaya di Kementerian Keuangan, Senin (23/2/2026).
Dibandingkan dengan negara-negara di tataran global, menurut Purbaya, Indonesia masih memiliki kondisi perekonomian yang lebih baik dibandingkan dengan banyak negara lainnya.
Bahkan, dia meyakini perekonomian Indonesia akan lebih baik dalam 20 tahun ke depan.
Menurutnya, kondisi tersebut akan membuat orang seperti yang sedang viral itu nantinya akan menyesal.
"Mungkin 20 tahun lagi akan menyesal karena (ekonomi) kita 20 tahun lagi akan bagus banget," ujarnya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)
Load more