Usai Bilang "Cukup Aku yang WNI, Anak-anakku Jangan", Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Sebut Dirinya Mencintai Indonesia
- Instagram @sasetyaningtyas
Jakarta, tvOnenews.com - Usai ucapannya “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan” yang viral di media sosial, alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas menyebut bahwa dirinya mencintai Indonesia.
Adapun hal ini bermula dari unggahan video Dwi Sasetyaningtyas di akun Instagram pribadinya @sasetyaningtyas.
Dalam unggahan itu, Dwi Sasetyaningtyas membuka atau unboxing paket yang sangat dinantikannya.
Dia pun mengatakan paket itu berisi selembar surat dari Home Office Inggris.
Dengan adanya surat itu, anak kedua Dwi Sasetyaningtyas resmi menjadi warga negara Inggris, bukan WNI.
Selain unboxing surat itu, dia juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.
"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku. Kita buka ya," katanya.
"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi warga negara Inggris. I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," sambungnya.
Unggahan ini pun menjadi sorotan netizen lantaran pemilik akun tersebut merupakan alumni LPDP.
Bahkan, suaminya juga diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP.
Adapun kalimat yang menjadi sorotan netizen, yakni kalimat “cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan”.
Usai menjadi sorotan, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun Instagram-nya.
“Pernyataan dan Permohonan Maaf.
Sehubungan memuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah dan frustasi pribadi saya sebagai WNI terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.
Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai WNI.
Untuk itu saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik.
Apapun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya”.
Dalam unggahan yang sama, dia juga menyebut bahwa dirinya mencintai Indonesia.
"Saya mencintai Indonesia dengan segala harapan dan tantangannya dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan,” tulisnya. (nsi)
Load more