Terungkap Sifat Asli Nizam Selama Dirumah, Kini Bocah 12 Tahun itu Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri Minum Air Mendidih
- Youtube tvOnenews
tvOnenews.com - Tragedi memilukan terjadi pada Nizam Syafei atau NS (12), seorang bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Nizam Syafei meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh ibu tirinya lantaran dipaksa minum air mendidih.
Pengakuan itu diungkapkan korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Jampang Kulon, Sukabumi.
Mendengarnya, ayah korban sempat naik pitam dan memukul istrinya, namun dilerai oleh pihak kepolisian dan kakek angkat korban.
Kakek Angkat NS, Isep Dadang Sukmana mengungkapkan kesaksiannya ketika anak tersebut meninggal dunia.
Isep mengatakan bahwa Nizam merupakan anak yang baik dan pendiam. Ia yang menyarankan agar NS disekolahkan ke pesantren. Pasalnya, saat dirumah Nizam dan keluarganya kerap cekcok.
“Anaknya sebetulnya pendiam, baik. Bahkan dimasukkan ke pesantren sama saya, biar anak itu jangan sampai sama keluarganya cekcok terus. Karena keluarganya itu yang dipermasalahkan anaknya aja, begitu awal mulanya,” ungkap Isep Dadang Sukmana pada program Kabar Petang, tvOne, Sabtu (21/2/2026).

- Tim tvOne - Kabar Siang
Menurutnya, Ibu tiri Nizam memiliki dua anak angkat. Anak laki-lakinya kerap bertengkar dengan Nizam.
Namun, ayah Nizam mengatakan bahwa ibu tirinya cenderung berpihak pada anak angkat tersebut hingga Nizam tersisihkan.
“Ibu tirinya itu punya anak angkat dua dan bapaknya punya anak satu. Mungkin namanya anak ada sedikit berantem. Jadi kata bapaknya, ibunya itu ada keberpihakan dan tersisihkan anak bapaknya ini,” jelasnya.
Untuk menghindari cekcok, NS disekolahkan di pesantren. Saat sebelum puasa, pesantren diliburkan sehingga Nizam dipulangkan ke rumahnya.
“Makanya daripada ribet-ribet banyak masalah di rumah tangga, saya arahkan saja masukkan ke pesantren,” kata Isep.
“Sebelum puasa, pesantren adakan libur dulu, suruh pulang dulu ke rumah. Dalam jangka puasa masih lima hari lagi, anak itu masih sehat. Bisa main, jalan-jalan nggak ada masalah,” sambungnya.
Setelah ayahnya kembali dari Sukabumi, anaknya sudah dalam kondisi demam dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
“Setelah itu bapaknya pergi ke Sukabumi, ibunya telepon katanya anaknya sakit. Bapaknya pulang subuh-subuh ke sini ternyata kondisi anaknya sudah parah di rumah,” ujarnya.
Hingga kini, proses penyelidikan saksi di kepolisian masih berlanjut. Seluruh pihak yang terkait menjalani pemeriksaan.
“Prosesnya lagi berjalan. Barusan saya dari Polsek mau diperiksa juga sebagai saksi. Bapaknya juga lagi di periksa. Ibu tirinya juga diperiksa. Semuanya masih berjalan dalam pemeriksaan,” pungkasnya.
(kmr)
Load more