News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jakarta Diguyur Hujan, Warga Bisa “Cek Situasi Dulu Baru Jalan”: Ini Cara Pantau Banjir Real-Time dari Genggaman

Pantau banjir Jakarta secara real-time lewat JAKI, BPBD, Google Maps, dan CCTV publik agar perjalanan aman dan terhindar dari genangan saat hujan lebat.
Jumat, 20 Februari 2026 - 07:47 WIB
Ilustrasi banjir Jakarta.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat dini hari meningkatkan potensi genangan di berbagai titik. Kondisi ini membuat mobilitas warga kembali diuji, terutama pada jam berangkat kerja ketika sejumlah ruas jalan rawan tergenang.

Badan penanggulangan bencana mengingatkan bahwa curah hujan lebat berisiko memicu genangan dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari kubangan tipis hingga banjir yang dapat melumpuhkan lalu lintas. Situasi seperti ini tidak hanya memicu kemacetan panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kerusakan kendaraan, terutama sepeda motor yang rentan mogok dan mobil yang berpotensi mengalami water hammer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, masyarakat kini tidak perlu lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Sejumlah platform digital telah disiapkan pemerintah dan penyedia layanan teknologi agar warga bisa memantau kondisi banjir secara real-time sebelum beraktivitas.

Pantau Lewat Aplikasi Resmi Pemprov: Semua Data Ada di Genggaman

Salah satu kanal utama yang bisa digunakan warga adalah aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Aplikasi ini menyediakan fitur khusus bernama JakPantau yang memungkinkan pengguna melihat informasi banjir secara langsung berbasis peta.

Melalui menu Info Banjir, pengguna dapat memilih tanggal dan waktu pemantauan sesuai kebutuhan. Sistem kemudian menampilkan titik-titik genangan dengan kode warna berbeda yang menunjukkan kedalaman air. Visualisasi ini membantu pengendara memperkirakan apakah suatu ruas masih aman dilalui atau sebaiknya dihindari.

Dengan tampilan yang sederhana namun informatif, aplikasi ini menjadi salah satu alat mitigasi paling praktis bagi warga Jakarta untuk merencanakan perjalanan harian saat cuaca ekstrem melanda.

Data Resmi dari Pos Pantau Banjir Bisa Diakses Publik

Selain aplikasi, masyarakat juga dapat memperoleh pembaruan situasi melalui kanal resmi milik BPBD DKI Jakarta. Platform ini menyajikan data banjir secara komprehensif, mulai dari jumlah RT terdampak, wilayah yang tergenang, hingga tinggi muka air di berbagai pos pantau.

Informasi diperbarui secara berkala sehingga warga dapat mengetahui perkembangan kondisi secara lebih akurat. Tidak hanya itu, tersedia pula laporan berkala yang menggambarkan sebaran genangan dari skala lingkungan hingga jalan utama.

Bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian sebelum bepergian, data ini menjadi rujukan penting untuk menilai risiko perjalanan.

Gunakan Navigasi Digital untuk Hindari Jalur Tergenang

Aplikasi navigasi seperti Google Maps juga dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantau situasi lapangan. Selain menunjukkan kondisi lalu lintas, platform ini kerap menampilkan laporan pengguna terkait banjir, jalan tertutup, atau hambatan lainnya.

Ketika sistem mendeteksi gangguan di rute utama, aplikasi secara otomatis menyarankan jalur alternatif agar perjalanan tetap efisien. Fitur berbasis partisipasi pengguna ini membuat informasi di lapangan bisa tersebar lebih cepat.

Dengan kata lain, teknologi navigasi kini tidak hanya membantu mencari jalan tercepat, tetapi juga menjadi alat mitigasi risiko bencana perkotaan.

CCTV Publik Bisa Jadi “Mata Tambahan” Warga

Pemantauan kondisi Jakarta juga dapat dilakukan melalui jaringan kamera pengawas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terintegrasi dalam sistem Jakarta Smart City.

Melalui akses CCTV publik, masyarakat dapat melihat kondisi ruas jalan secara langsung. Tayangan ini memperlihatkan situasi aktual di lapangan, mulai dari tinggi genangan, kepadatan kendaraan, hingga apakah jalur tertentu masih bisa dilalui kendaraan roda dua atau roda empat.

Bagi pengendara, informasi visual ini sangat membantu dalam mengambil keputusan cepat, terutama ketika kondisi cuaca berubah drastis dalam waktu singkat.

Antisipasi Lebih Penting daripada Terjebak di Jalan

Genangan air sering dianggap masalah rutin saat musim hujan. Namun dampaknya bisa jauh lebih besar jika tidak diantisipasi. Selain mengganggu aktivitas, banjir di jalan dapat menyebabkan kerusakan kendaraan, menurunkan keselamatan berkendara, bahkan memicu kecelakaan akibat mesin mati mendadak.

Dengan memanfaatkan teknologi pemantauan real-time, masyarakat sebenarnya bisa menghindari banyak risiko tersebut. Mengecek kondisi sebelum berangkat kini menjadi langkah sederhana yang dapat menghemat waktu, biaya perbaikan kendaraan, hingga menjaga keselamatan.

Digitalisasi informasi kebencanaan juga menunjukkan bagaimana kota besar seperti Jakarta bergerak menuju sistem mitigasi berbasis data. Informasi tidak lagi bersifat reaktif, melainkan preventif—memberi kesempatan warga untuk bersiap sebelum terdampak.

Warga Diminta Aktif Memantau dan Menyesuaikan Mobilitas

Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung, masyarakat diimbau untuk lebih aktif memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan. Mengandalkan teknologi yang tersedia menjadi bagian dari adaptasi hidup di kota besar dengan dinamika cuaca yang kian tidak menentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai platform yang sudah tersedia, warga kini tidak perlu lagi menebak-nebak kondisi jalan. Cukup membuka aplikasi atau memantau peta digital, situasi banjir bisa diketahui dalam hitungan detik.

Langkah kecil ini dapat membuat perbedaan besar: perjalanan lebih aman, kendaraan terhindar dari kerusakan, dan aktivitas tetap berjalan meski hujan mengguyur ibu kota. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral