Pramono Anung Ungkap Strategi Tekan Harga Cabai di Jakarta: Pedagang Cuma Boleh Ambil Untung Segini
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan optimisme bahwa lonjakan harga cabai keriting yang terjadi saat ini akan segera mereda dan kembali normal dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Optimisme ini didasarkan pada langkah strategis yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengintervensi pasar.
“Saya yakin dalam satu minggu dua minggu ke depan pasti bisa harga cabai di Jakarta normal kembali,” ujar Pramono Anung saat memberikan keterangan di Balai Kota, Kamis (19/2).
Untuk merealisasikan target tersebut, Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Jakarta akan terjun langsung membeli pasokan cabai. Nantinya, cabai tersebut akan disalurkan kepada para pengecer atau pedagang dengan margin keuntungan yang sudah ditentukan, yakni sebesar Rp5.000.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengendalikan laju inflasi di Jakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengungkapkan adanya ketimpangan harga (disparitas) yang cukup mencolok antara wilayah produksi dan konsumen.
Di tingkat petani Sulawesi Selatan, harga Cabai Rawit Merah (CRM) hanya menyentuh Rp45.000 per kilogram.
Namun, di Pulau Jawa, harganya melambung di angka Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Di tingkat konsumen Pasar Induk Kramat Jati sendiri, harga kualitas terbaik saat ini masih bertengger di kisaran Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Guna menekan harga tersebut, Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Pangan Nasional akan menjalankan program Fasilitas Distribusi Pangan (FDP).
Skemanya, pemerintah akan membeli cabai dari Sulawesi Selatan dan Pulau Jawa untuk didistribusikan ke Pasar Induk Kramat Jati.
Harga di tingkat pengecer pun dipatok maksimal hanya boleh selisih Rp5.000 dari harga pembelian pemerintah.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga berencana mendatangkan pasokan cabai sebanyak 2 hingga 3 ton per hari dari Sulawesi Selatan menggunakan referensi harga Pasar Induk Kramat Jati.
Hasudungan memprediksi penurunan harga akan terjadi secara bertahap dalam 14 hari ke depan. Hal ini dipicu oleh mulai masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi cabai di Indonesia.
Beberapa wilayah yang siap menyuplai pasokan antara lain Pangalengan, Garut, Sumedang (Jawa Barat), Semarang, Magelang (Jawa Tengah), hingga Mojokerto dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Dinas KPKP pun akan terus melakukan monitoring ketat di lapangan untuk memastikan harga di tingkat pengecer tetap stabil dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. (ant/dpi)
Load more